Sunday, February 26, 2012

Cara Membuat Minuman beralkohol

Untuk berdiskusi, silahkan menggunakan halaman terakhir:

Halaman 2    Halaman 3


Sedikit Ulasan Awal:
Alkohol, disebut juga etanol, etil alkohol, alkohol murni, atau alkohol absolut, adalah sejenis cairan yang mudah menguap, mudah terbakar, tak berwarna, dan merupakan alkohol yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Senyawa ini merupakan obat psikoaktif dan dapat ditemukan pada minuman beralkohol dan termometer modern. alkohol adalah salah satu obat rekreasi yang paling tua.
Fermentasi gula menjadi alkohol merupakan salah satu reaksi organik paling awal yang pernah dilakukan manusia. Efek dari konsumsi alkohol yang memabukkan juga telah diketahui sejak dulu.

DUA JENIS ALKOHOL
Ada perbedaan mendasar yang harus anda ketahui dan harus saya jelaskan di sini, bahwa ada dua jenis alkohol. Etil Alkohol dan Metil Alkohol atau Metanol. Supaya tidak terjadi kesalah pahaman dan tidak ada tuntutan dikemudian hari.

Etil Alkohol dan Metil Alkohol TIDAK BISA DIBEDAKAN SECARA KASAT MATA. HARUS MELALUI UJI LAB. Meskipun Wikipedia bilang bisa dibedakan baunya, jangan coba coba.. NYAWA TARUHANNYA.

Metanol, juga dikenal sebagai metil alkohol, wood alcohol atau spiritus, adalah senyawa kimiarumus kimia CH3OH. Ia merupakan bentuk alkohol paling sederhana. Pada "keadaan dengan atmosfer" ia berbentuk cairan yang ringan, mudah menguap, tidak berwarna, mudah terbakar, dan beracun (Ingaat... BERACUN) dengan bau yang khas (berbau lebih ringan daripada etanol). Ia digunakan sebagai bahan pendingin anti beku, pelarut, bahan bakar dan sebagai bahan additif bagi etanol industri.
Metanol diproduksi secara alami oleh metabolisme anaerobik oleh bakteri. Hasil proses tersebut adalah uap metanol (dalam jumlah kecil) di udara. Setelah beberapa hari, uap metanol tersebut akan teroksidasi oleh oksigen dengan bantuan sinar matahari menjadi karbon dioksida dan air.
Reaksi kimia metanol yang terbakar di udara dan membentuk karbon dioksida dan air adalah sebagai berikut:
2 CH3OH + 3 O2 → 2 CO2 + 4 H2O
Api dari metanol biasanya tidak berwarna. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati bila berada dekat metanol yang terbakar untuk mencegah cedera akibat api yang tak terlihat.
Karena sifatnya yang beracun, metanol sering digunakan sebagai bahan additif bagi pembuatan alkohol untuk penggunaan industri; Penambahan "racun" ini akan menghindarkan industri dari pajak yang dapat dikenakan karena etanol merupakan bahan utama untuk minuman keras (minuman beralkohol). Metanol kadang juga disebut sebagai wood alcohol karena ia dahulu merupakan produk samping dari distilasi kayu. Saat ini metanol dihasilkan melului proses multi tahap. 
Secara singkat: gas alam dan uap air dibakar dalam tungku untuk membentuk gas hidrogen dan karbon monoksida; kemudian, gas hidrogen dan karbon monoksida ini bereaksi dalam tekanan tinggi dengan bantuan katalis untuk menghasilkan metanol. Tahap pembentukannya adalah endotermik dan tahap sintesisnya adalah eksotermik.

Alkohol banyak digunakan sebagai pelarut berbagai bahan-bahan kimia yang ditujukan untuk konsumsi dan kegunaan manusia. Contohnya adalah pada parfum, perasa, pewarna makanan, dan obat-obatan.

Membuat alkohol Etanol sangat mudah. Simak berikut ini:

http://4.bp.blogspot.com/_fBv1AiSBgsc/S77i4xmMEuI/AAAAAAAAAAk/c4IlCqnI2pI/s1600/merebus.jpg1. Rebus sepanci air. Masukkan 1/2 kg gula pasir. pakai gula pasar biasa, jangan gula putih karena kalah manis. Mau pake juga boleh.. tapi resikonya jadi boros.
2. Kalo sudah larut semua gulanya, dinginkan sampai ke suhu ruangan. Masukin ke panci stainless atau panci kaca, biar gak kontaminasi sama logam.
3. Sekarang masuk tahap fermentasi. Untuk fermentasi, kita butuh ragi. Jangan pake ragi tape, karena sifatnya beda. Ragi tape hidup kalo suasananya kering. Kalo untuk cairan, bisa pake fermipan (ragi roti).
Ragi banyak macemnya. Beda ragi akan menghasilkan rasa yang berbeda juga. Bisa eksperimen sendiri, baik merk maupun jenis.

Waktu fermentasi tergantung kadar gula yang ada di dalam air. Semakin banyak kadar gulanya ya semakin lama waktu fermentasinya. Juga dipengaruhi banyak sedikitnya ragi yang masuk. Semakin banyak ragi yang masuk ya semakin cepet.

Intinya, proses yang terjadi di sini adalah: Ragi makan gula. Karena makan gula dia jadi capek. Karena capek, dia bernafas dan berkeringat. Sama kayak kita, nafasnya keluar CO2. Bedanya kalo kita keringetan, rasanya asin plus asem bau badan, kalo ragi keringetan, keluarnya alkohol. Mantap banget Bro Ragi ini..

Tanda tanda terjadinya proses fermentasi adalah keluarnya gelembung2 kecil mengandung CO2. Sedikit trik di sini, kalau mau bikin minuman berkarbonasi tanpa perlu nambah CO2setelahnya, fermentasinya pake panci tertutup rapat seperti panci presto.

4. Setelah sekitar 1 minggu, anda bisa buka itu panci presto, cicipin dah.. Itulah hasil akhir eksperimen anda.
5. Untuk masalah rasa, anda bisa coba dengan memasukkan beraneka ragam bumbu atau buah atau perasa alami lainnya. Rendam selama beberapa saat sampai rasa ato aroma yang diinginkan tercapai. sistem ini namanya Infuse.

Catatan: Dengan sistem ini, kadar alkohol maksimal yang bisa dihasilkan adalah sekitar 15% - 20%. Tergantung tinggi rendah kadar gulanya. Kenapa gak bisa lebih tinggi lagi? Karena di level alkohol setinggi itu, ragi jenis ini akan "mati keracunan CO2 dan Alkohol" hasil produksinya sendiri.

Sampai tahap ini, proses pembuatan minuman ini disebut brewing.



Mau Lebih Tinggi Lagi Alkoholnya?
Ada beberapa jenis ragi yang bisa mencapai 40%, namun jenis ragi seperti itu biasanya jenis ragi industri yang kalaupun bisa beli, kudu dalam skala banyak..

Cara yang termudah adalah dengan di suling atau distilasi.
Caranya juga mudah seperti yang terlihat pada skema disebelah kiri ini..

1. Masukkan hasi brewing tadi ke panci presto.
2. Hubungkan pressure release pin dengan pipa alumunium.
3. Buat spiral untuk pendinginan. Spiral itu harus terendam air. Di situ uap akan dirubah menjadi cairan.
4. Kalau airnya sudah terlalu panas, ganti dengan air dingin, supaya tidak banyak uap yang terbuang.
5. Rata rata hasil penyulingan adalah sekitar 20% - 30% dari volume aslinya.
Dengan sistem ini, anda akan mendapatkan alkohol mencapai 30% - 40%. Lumayan lah kalo untuk mabok aja..
Mau lebih tinggi lagi? Bisaaa... Ulang proses distilasinya, beres.. bisa mencapai 55%..
Lebih tinggi lagi? Kira kira bro... emang mau bunuh diri?

Selamat Mencoba.. Buatlah secara legal, dan konsumsilah secara bertanggung jawab.
Baca Undang Undang Bea Cukai tentang minuman mengandung alkohol dulu, baru produksi.
Ketangkep tanggung sendiri. Saya cuma berbagi ilmu, bukan mengajarkan cara berbuat kriminal.
Piiiiiiis Bro.....

Untuk berdiskusi, silahkan menggunakan halaman terakhir:

Halaman 1   Halaman 2    Halaman 3

308 comments:

  1. posting yang sangat berguna om, apa lagi buat orang yang suka mabok hehehe...

    mau tanya nih untuk infuse yang paling enak menurut om apa ya...

    ReplyDelete
  2. Wah.. kalo untuk infuse, saya paling suka dengan kulit jeruk saja..
    Mirip Cointreau deh..

    ReplyDelete
  3. kulit jeruknya diapain om, maaf kurang jelas nihh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hanya dikupas aja, diambil bagian yang berwarna orange. Sebisa mungkin, putihnya jangan ikut karena akan pahit.
      Masukkan ke dalam produk yang sudah jadi dan simpan selama kurang lebih 2 - 4 minggu tergantung selera.
      Intinya sama dengan cara pembuatan Jack D.. yang disimpan dalam drum kayu itu hanya alkohol saja. Warna, rasa dan aroma didapat dari kayu khusus yang dipakai untuk menyimpan produk tersebut.

      Delete
  4. apakah hasil fermentasi dan destilasi tidak beracun dan tidak mengandung metanol?

    ReplyDelete
  5. Selama alkoholnya didapat dari gula konsumsi (edible sugar) hasilnya adalah Etanol dan tidak berbahaya, asal jangan terlalu banyak mengkonsumsinya.
    Kalau Metanol itu dihasilkan dari 'non-edible sugar' atau gula yang tidak untuk dikonsumsi.

    ReplyDelete
  6. 1/2 kg beras butuh ragi berapa banyak nih? makasih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya tidak ada takaran baku.
      jumlah ragi menentukan kecepatan proses fermentasi.
      karena saat fermentasi, ragi juga berkembang biak.
      secara pengalaman saya, kalau beras sekitar 0,5 s/d 1 kg saya pakai 5 gram ragi sudah lebih dari cukup.
      Dengan komposisi tersebut, fermentasi berlangsung sekitar 7 - 10 hari.
      Kalau mau ditambah ragi, maka proses fermentasi akan lebih cepat.
      Jumlah penambahan tergantung selera kita. Mau 10 atau 15 gram juga tidak apa. Hanya saja cost anda akan membengkak.

      Delete
  7. gula di mix sama jus nanas bisa ga om.. Perbandinganya berapa?.. Fermentornya pake galon air mineral bisa apa ga?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gula di mix dengan jus nanas hanya akan membawa hasil bila tidak di distilasi.
      Jadi sistemnya seperti bikin bir. Masak --> Fermentasi --> Hasil. Efeknya, alkohol yang dihasilkan rendah.
      Kalau utk sistem distilasi, pencampuran nanasnya diakhir proses. yaitu setelah distilasi. Di infuse namanya. Saya sarankan dalam bentuk putongan kecil2 aja.. jangan jus. supaya hasilnya jernih dan mudah untuk dipisahkan dari cairan alkoholnya.
      Kalau sicampur di depan, trus di distilasi, semua perasa dan pewarna akan hilang.
      (pengalaman pribadi yang menyedihkan nih.. hilang 1 panci besar.. hiks.. hiks..)

      Delete
  8. ma'af gan biasa dalam 1/2 kg gula plus 5 kg ragi itu jadi berapa liter alcohol ya?
    And bisa ga' kalow gula nya di rebus dengan bir pletok?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Koreksi dulu, raginya 5gram.. bukan 5kg.
      Kalau gula hanya 1/2 kg jadinya dikit banget.
      ane klo bikin: 20liter air, 3kg gula, 10gram ragi, biasanya dapat sekitar 2-3 liter.
      Gulanya jangan direbus dengan bir.. pakai air aja..

      Delete
  9. kalo bahan dasarnya dari tetes tebu gmn caranya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah.. Jangan pakai tetes tebu gan..
      Karena tetes tebu itu gula kotor, meskipun kandungan gulanya tinggi (>50%)
      Lagian, ane gak tau cara pengolahannya. Bisa jadi kalo untuk alkohol konsumsi, bisa bisa berbahaya..
      yang ane tau, Tetes tebu biasanya dipakai utk pembuatan bioetanol atau tambahan pakan ternak.
      Pakai aja Gula biasa. Hasilnya lebih memuaskan.

      Delete
  10. boleh tau ragi merek apa yg di rekomendasiin sama situ? yg mudah di dapet
    kalo bikin wine berarti bisa pake jus anggur botolan + gula + ragi gitu doang ya bro?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pake fermipan aja.. gampang carinya.
      dari pengalaman berkali kali bikin, fermipan mantep banget.. harganya juga murah.. cuma sekitar 5-6rb per pack.
      Ada bermacam macam jenis ragi fermipan. pilih aja salah satunya. Tapi klo ane mau bikin bir, pake yang untuk bakpao.. hasilnya wangi.
      Kalo untuk distilasi, semua sama aja..
      Ane pake 2 pack aja utk 20 liter udah ok.

      Klo masalah bikin wine dari jus anggur botolan, mungkin hasilnya akan beda dengan kalo pake buah asli ya..
      Karena kalo wine dari buah asli, kulitnya ikut difermentasi juga, sehingga menghasilkan sepet-sepetnya itu.. baru disaring kalo udah matang.
      Klo dari jus botolan, sepet-sepetnya gak bakalan ada..

      Delete
  11. untuk memasak hasil fermentasi(destilasi) sebanyak 20 liter butuh waktu brp jam bro?

    ReplyDelete
  12. sekitar 3-4 jam.. itu pakai kompor listrik 600watt

    ReplyDelete
  13. Sekedar info tambahan: dari total 1 panci yg di suling.. ambil sekitar 20-30% aja. Biar aman, tampung pakai gelas.. Setelah 5 gelas pertama, usahakan melakukan test alkohol dengan menampung tetesan pakai sendok dan di icip. kalau sudah mulai hambar, hentikan penyulingan dan ganti isi panci dengan hasil fermentasi yang belum disuling.

    ReplyDelete
  14. Gan kalaw di infus dengan capura perasa buah apa nanti rasa nya daji seperti jus

    ReplyDelete
    Replies
    1. mirip.. kalo agan pernah minum mikol jenis CIDER, itu seperti jus apel yang beralkohol..

      Delete
  15. gan,,,buat spiral almunium na berapa putaran,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. 3-4 putaran dengan diameter 50 cm cukup.. yang penting suhu airnya harus diperhatikan. Jangan sampai kepanasan. batasi suhu air utk merendap sipral tsb dikisaran 40 derajat celsius, maksimal 50. Kalo lebih, kondensasi tidak akan maksimal, sehingga banyak uap alkohol terbuang..

      Delete
  16. koq yg di atas ada beras beras gtu,,,,ane puyeng emg beras bwt apa bro,,,bukannya cuma air, gula, ragi N perasa (infuse)

    ReplyDelete
    Replies
    1. pada intinya memang cuma air, gula, ragi dan perasa. untuk yang ingin mendapatkan gula alami, gula pasir bisa digantikan dengan 'zat gula' dari bahan makanan.
      Arak beras misalnya, gulanya diambil dari zat tepung yang ada di beras yang terkonversi atau berubah menjadi zat gula.
      Seperti juga vodka asli, sebenarnya terbuat dari kentang.
      Intinya, jenis jenis makanan yang manis, bisa diambil zat gulanya.

      Delete
  17. gan gimana caranya spy minumannya tahan lama dan rasanya tidak asam klo gitu kan tidak keras lagi....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada beberapa cara:
      1. CO2
      2. Pendinginan (kulkas)
      3. Pasteurisasi (celup di air panas 60derajat selsius selama minimum 1/2 jam

      Delete
    2. caranya gmn gan

      Delete
    3. Kalau CO2, caranya persis prinsip gelembung oksigen di akuarium. jadi minuman dimasukkan ke dalam tabung tertutup, kemudian ditekan pakai CO2.

      Cara yang lebih mudah, pakai es kering. cari botol sprite atau coca cola 1 liter yang dari kaca, isi dengan minuman, lalu masukkan es kering, kemudian tutup rapat.
      Es keringnya jangan banyak2.. seukuran bungkus korek api kayu lalu di pecah kecil2 supaya bisa masuk botol. Kalau terlalu banyak, botol bisa meledak.
      Saya sendiri belum pernah melakukan ini, jadi saya sarankan untuk mencoba di luar rumah, jangan di dalam rumah. Bisa capek ngepel nantinya..

      kalau pasteurisasi, ya masukkan botol berisi minuman ke dalam air pana. Itu aja.. :)

      Delete
  18. gan infus tu maksd"nya bagaimana sich?? terus waktu di fermentasikan sudah mengandung alkohol rendah..apakah itu bisa langsung di konsumsi??? makasih gan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Infuse itu maksudnya adalah "menambahkan".
      Yang ditambahkan bisa macam macam. Rasa, Warna, atau Aroma.
      Infuse biasanya dilakukan untuk minuman yang disuling / distilasi.
      Kalau yang tidak disuling, rasa, warna dan aroma di dapat dari campuran bahan bahan sesuai resep yang nantinya akan di rebus.

      Utk yang kadar alkohol rendah, selesai fermentasi bisa langsung dikonsumsi. dengan catatan bahwa bahan yang difermentasi tersebut sudah melalui proses perebusan dulu supaya bakterinya mati.

      Delete
  19. gan,,, kl ane mau eksperimen seperti yg agan jelasin di atas contoh gula 3kg,,airnya kira2 berapa liter? trs berp lama rebusnya,,,,msh nubie nie gan he,,,kl bisa pm dch ke email ane jc.martien@gmail.com detailnya,,,,txz gan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Supaya yang lain juga kebagian ilmunya:...

      Klo gw bikin dengan 3 kg gula, airnya kurang lebih 20 liter. Biar gampang, pakai 1 galon aqua aja.
      Rebusnya diakalin.. gula + air 5 liter aja (atau yang penting gulanya terendam dan tidak resiko gosong) biar cepet en hemat elpiji.

      Tapi harus sampai mendidih. Klo udah larut semua gulanya baru masukkan sisa airnya.
      Trus biarin dingin sampe suhu ruangan. (+/- 30 derajat selsius) lalu masukkan raginya.

      Tutup dengan plastic wrap dan kasi lubang kecil pakai tusuk gigi. Satu lubang aja cukup. Hanya utk keluarnya CO2 yang dihasilkan ragi.

      Delete
  20. gan, ngomong2 cari pipa bwt distilasi dmn yaa,,,susah gan,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. di tukang AC banyak bro.. pipa kuningan yang untuk freon..

      atau kalo gak, cari selang akuarium yang KW-1 yang tebal.. hanya saja, kalo pake selang, rebus dulu selangnya pakai api kecil selama minimum 30 menit supaya bau plastiknya hilang..

      Delete
  21. mas bro..
    saya tertarik ttg cara pembuatan bir.
    bisa jelaskan lebih jauh?
    bahan2 apa saja? dan setelah direbus sepertinya tidak perlu sampai disuling kan?
    terima kasih sebelumnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cara pembuatan bir bisa dilihat dengan klik di 'label' BIR.
      Untuk bahan bahan juga terinci disitu brother..
      Untuk bir, tidak disuling..

      Delete
    2. maksudnya klik cari di google gtu mas?
      penjelasannya ga lengkap.. lagian bahan yg mereka jelaskan itu tdk tersedia di sini ..
      oh ya activate itu apa yg di keprok bisa membesar bungkusannya?...apa itu sama dengan fremipan juga.?
      trims..

      Delete
    3. Hehehehe.. bukan di google Mas Jo.. di sini nih.. http://troydaunan.blogspot.com/2012/03/minum-bir-bukan-hal-yang-aneh.html
      itu ada section khusus proses pembuatan bir.

      Mas Jo, Activate itu apa ya? kok saya belum pernah denger..

      Delete
    4. ini lho mas.. coba liat di video nya
      http://www.youtube.com/watch?v=htOAEFfsjgs di detik (0.55) itu ada activator...(ragi cair ya??) apakah sama dengan fermipan? dan barley yg digunakan apakah bisa dipakai gandum olahan yg telah jadi?
      trims

      Delete
    5. Yup.. udah liat..
      Intinya Activator itu adalah yeast. di dalam bungkusan tsb isinya ragi kering dan air murni. Pas dikeprok itu bungkusan airnya pecah dan nyampur sama ragi yang akhirnya ngembang.
      Proses ini dinamakan 'pitching'.
      Ada beberapa jenis ragi khusus bir yang harus melalui proses 'pitching' agar dapat bekerja dengan maksimal.
      di tmpt kerja ane juga pake pitching.. 1 kg ragi kering dicampur dengan 1/2 galon Aqua, klo udah ngembang bisa dapet seember ukuran 24 liter.

      Yang anda maksud dengan gandum olahan yang telah jadi itu yang gimana ya?

      Delete
    6. gandum olahan itu maksud saya... gandum yg dijulan dalam kemasan... apakah bisa juga?
      oh ya mas... jadi raginya itu sama juga dengan Fermipan? bisa dipake juga atau jenis lain? namanya apa?
      trims..

      Delete
    7. gandum kemasan maksudnya yg biasa dibuat sereal itu lho mas. atau bahan pembuat roti gandum itu..

      Delete
    8. Kalo yang dimaksud gandum olahan = sereal, itu gak bisa, karena pengolahannya beda.
      Gandum sereal yang 'dicari' adalah zat tepung, sedangkan gandum untuk bir yang 'dicari' adalah zat gula.
      Gandum untuk bir sudah melalui tahap germination, yaitu tahap dimana kecambah sempat tumbuh lalu dimatikan. Disitu zat tepung berubah menjadi zat gula.

      Kalau masalah ragi, ragi Activator atau Fermipan sebenarnya sama saja. Yang membedakan adalah hasil akhirnya.
      Untuk ragi khusus bir, mereka sudah dimodifkan sedemikian rupa sehingga yang dimakan adalah zat gula dan bisa mengeluarkan rasa dan aroma yang diinginkan oleh para pembuat bir.
      Kalau ragi untuk roti, modifnya adalah untuk 'makan karbohidrat'.. rasa dan aroma tidak menjadi target pengembang biakkan.
      Namun, pada intinya, ragi adalah 'pemakan segala'
      Ragi khusus bir, kalo gak nemu gula, ya karbonya dimakan. begitu pula sebaliknya.

      kalo masalah merek mah banyak banget: Mauri, Saf, Bakers, dll.

      Delete
    9. Jadi...sepertinya tidak mungkin bagi kita utk membuat bir sendiri dirumah ya mas?...kendalanya kalau mau mencoba mengolah birr dirumah...adalah soal Dmana bisa mendapatkan gandumnya itu>??>> :)

      Delete
    10. Siapa bilang tidak bisa... :D
      Biasa aja.. Orang Indonesia kan panjang akalnya..
      Beli gandum mentah biasa yang butiran, itu masih banyak yang jual.
      Kemudian ekstrak sari gandumnya supaya dapat rasa-nya.
      Untuk alkoholnya, tambahkan gula saat merebus..
      Ane udah pernah coba bikin hasilnya dapet nilai A+...
      hehehe.....
      Jangan menyerah bro.. coba dulu..

      Delete
  22. maap gan ,saya mau tny lagi cz saya agk kurang jelas..
    inti dr langkah pertama itu adalah merebus gula/beras/ketan dengan air sampai mendidih trus di dinginkan sampai suhu ruangan lalu di di campur dengan fremipan gt y?
    klo bnr,hasil dr perebusan tersebut di dinginkan sampai suhu ruangan lalu di masukan ke botol yg di tutup ya?apakah tmpt penampungan hasil rebusan tersebut mempengaruhi rasa dr hasil frementasinya?
    rsa apa yg terasa dr hasil fermentasi tersebut apakah tawar tapi beralkohol?
    n pertanyaan terakhir apaka proses infuse itu yg membuatnya jdi berabau n berasa ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya anda agak tercampur antara proses BIR dan SPIRIT (minuman dengan kadar alkohol tinggi).
      Supaya tidak salah proses, saya jabarkan di sini ya..

      Kalau untuk bikin BIR:
      1. gulanya diambil dari jenis gandum atau beras.
      Proses ekstraknya dikisaran suhu 60-80 derajat saja. Prosesnya sekitar 60 menit. Untuk Ektraksi maksimal, disarankan gandum atau berasnya dipecah agak kasar. Jangan sampai jadi tepung.
      2. Setelah itu, disaring, dipisahkan antara gandum dan sarinya, kemudian barulah direbus hingga mendidih sambil mencampur bumbu yang diinginkan. Masukkan bumbu saat mulai mendidih. didihkan selama 30 menit.
      Bumbu yang sering saya pakai (untuk 20 liter BIR):
      Kulit Jeruk dari 3 buah jeruk.
      Ketumbar - 10gram
      Vanili - 1/4 sendok teh atau kurang. (sekitar 1 gram)
      3. Dinginkan ke suhu ruangan, lalu masukkan ke botol, kasi ragi, tutup dengan plastik dan dikareti, kasi 1 lubang pakai tusuk gigi, diamkan di suhu ruangan sekitar 10 jam supaya raginya bekerja dengan maksimal.
      Lalu pindahkan ke kulkas yang settingan suhunya +/- 3/4.
      Maksudnya begini: setelan dingin kulkas kan ada MIN dan MAX, setel kira kira 3/4 mendekati MAX.
      4. Setelah hari ke 3 coba diicip. Seharusnya alkohol sudah mulai terasa.
      simpan terus sampai ragi mengendap seluruhnya dan bir jadi sedikit bening (Sekitar 10 hari).
      5. Kalau sudah, pisahkan bir dari ragi, pindahkan ke botol baru yang bisa ditutup dengan rapat.
      6. Masuk ke proses karbonasi, cemplungin sekeping es kering ke dalam botol tersebut, tutup rapat dan simpan lagi di kulkas selama 2-3 hari.
      Jadilah dia BIR.

      Kalau mau bikin SPIRIT, mending dari Gula aja langsung.. biar lebih praktis (Perusahaan besar menggunakan kentang atau ketela untuk mendapatkan 'zat gula' ini).
      1. Gula direbus, kemudian dinginkan ke suhu ruangan, kasi ragi, simpan di suhu ruangan juga dan biarkan sampai fermentasi selesai.
      2. Selesai fermentasi, langsung di suling.
      Catatan: saat proses fermentasi, larutan gula yg difermentasi kemungkinan jadi 'asem'.. itu normal. nanti setelah di suling akan hilang..
      3. Selesai disuling, simpan dalam botol kaca.
      4. beri perasa. bisa kulit jeruk, bisa isi jeruknya langsung, atau buah anggur yang diulek kasar, tergantung selera. Inilah yang dinamakan proses infuse.

      Tempat menyimpannya tentu akan mempengaruhi rasa hasil fermentasi. Jadi, jangan menggunakan jenis botol plastik. Paling pas, gunakan botol dari kaca.

      Catatan khusus tentang INFUSE:
      Jangan terlalu banyak masukin bahannya. Nanti rasanya jadi terlalu tajam.
      Contohnya: bila infuse dengan kulit jeruk, cukup sekitar 1/4 dari seluruh kulitnya aja yg dimasukkan. Itupun hanya yang berwarna orange.. yg putihnya jangan sampai ikut.. jadi pahit ntar..


      Delete
    2. melanjutkan penjelasan mas andreas ada yg ingin saya tanyakan disini..
      . boleh tau rinciannya..? berapa byk gandum/ beras dalam jumlah air berapa dan jumlah ragi berapa byk utk membuat bir? dan knp harus dimasak 60-80% saja. ga sampai mendidih donk?
      jadi tanpa gula sama sekali ya?
      trims

      Delete
    3. secara rata rata, jumlah gandum adalah 20-25% dari jumlah air.
      Untuk jumlah raginya, kalau untuk 20 liter air, pakai sekitar 10gram saja sudah lebih dari cukup.
      Kenapa dimasak di suhu 60-80 supaya gandumnya tidak menjadi bubur.
      Mendidihnya nanti setelah gandum selesai dikeluarkan..

      Delete
    4. Kalau untuk bir, umumnya gula tidak diperlukan. tetapi kalau kadar alkoholnya kurang, bisa saja ditambahkan gula..

      Delete
  23. Replies
    1. Monggo... silahkan dicoba..
      Kalau perlu konsultasi, langsung aja ditanyakan di sini..
      Free of Charge... hehehe...

      Delete
  24. nyoba air gula campur fermipan kok jadi rada bau tape ya?
    belom di minum sih... baru berjalan 3 hari...
    kira2 sampe berapa lama ya fermentasinya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup.. betul.. kadang bau tape, kadang bau roti.. tidak masalah.
      kalo air+gula, berarti minuman non bir.. Tunggu sampai gelembung2nya habis total dan ragi mengendap ke bawah. Artinya fermentasi sudah selesai dan gula sudah habis semua.
      Kalau mau bersabar, tunggu sampe bening total.
      Bisa 7 - 10 hari..

      Delete
  25. Mantab bro artikelnya, wa suka banget ama wawasan kek beginian, apalagi di tempat saya org chinese, termasuk saya menyukai minuman bermerek,seperti jack daniel,jhony walker, ama bir. Klo gitu wa boleh request bahan dan pembuatan minuman bermerek gak gan. Pengen coba neh, sekalian usaha tar. Wakkaka. Klo emang tujuan tercapai ntar bro dapat komisi dah.

    ReplyDelete
  26. Hahaha.... komisi ni yee....
    Kalo resep minuman bermerek mah itu rahasia perusahaan masing masing..
    Ada yang pakai kayu Oak untuk warna dan rasa, seperti Johnny Walker.
    Ada yang menyaring alkoholnya pakai arang aktif (sempet liat di Discovery Channel)
    Ada yang pakai rempah rempah, ada yang pakai buah.. banyak deh.
    Dari sekian kali percobaan, gw baru berhasil niru cointreau.
    Hanya dengan distilasi 3kg gula + 20 liter air dan 15gr fermipan ragi bakpao. fermentasi 2 minggu, distilasi, dapet 3 liter alkohol kadar 30%. Simpan di botol kaca selama 1 bulan sambil dikasi kulit jeruk dari 1/2 butir jeruk.... Eureka... dapet deh 3 liter cointreau.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pernah coba bikin pakai bahan kelapa muda.
      Karena pendinginan kurang bagus, jadinya asem.
      Terus nyoba lagi baru berhasil.
      resepnya:
      3 butir kelapa muda, diambil airnya dan daging kelapanya.
      Daging kelapanya diblender, sisihkan.
      Rebus air kelapa dengan 1 kilo gula.
      Setelah mendidih, tambahkan air sehingga totalnya jadi 20 liter.
      Setelah matang, dinginkan lalu campurkan blenderan kelapanya.
      Ingat: blenderan kelapa jangan direbus. ntar hasilnya jadi kental seperti minyak.
      masukin ragi dan fermentasikan di kulkas selama 7-10 hari.
      Kalau sudah jadi, saring pake kain tipis.
      Hasilnya wangi banget dengan kadar alkohol sekitar 10%...

      Delete
  27. pengen coba pake air kelapa ah.......cma ane g ngerti ni gan....Setelah mendidih, tambahkan air sehingga totalnya jadi 20 liter.
    Setelah matang, dinginkan .apakah air yang 20liter ikut direbus dengan hasil rebusan air kelapa?kalo cuma dicampurkan aja tanpa direbus gpp.....mohon penjelaannya gan.....?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gunakan aqua aja, supaya hemat elpiji.
      kalau mau merebus air 20 liter sih ya silahkan aja.. cuma kan boros.. :)
      Harap diingat, bahwa hasil akhirnya adalah low alkohol ya.. jadi jangan disuling. kalau disuling, akhirnya jadi alkohol biasa. aroma dan rasa kelapanya hilang.

      Delete
    2. Ingat, jangan menggunakan air matang yang sudah berumur lebih dari 2-3 jam di suhu ruangan dalam kondisi tidak tertutup. Nanti bisa asem.
      Karena kalau sudah terpapar udara / oksigen terlalu lama, maka bakteri akan mudah masuk.
      Bila menggunakan aqua, saat proses produksi, semaksimal mungkin galon aquanya ditutup.
      Ragi sangat sensitif terhadap kehadiran bakteri.

      Delete
    3. lagi nunggu hasilnya bang........cuma bang hasil rebusan gula + air kelapa +kelapa yang diblender (pake kelapa yang tua) ane masukin langsung ke galon trus cma ane simpen gitu j g dimasukin ke kulkas......jadi ga y kira2.........

      Delete
    4. wah.. kemungkinan besar akan jadi asem.
      udah berapa lama? coba diicip. kalau belum asem buruan masukin kulkas deh.
      atau kalaupun sampai asem, paling2 ya kudu di distilasi.. :)

      Delete
    5. ha......iya bang rasanya jd asem........gagal dong ya tdnya sih g langsung dimasukin ke kulkas tu ga muat......kalo didistilasi digimanain bang?p kelapanya harus diblender ato ga......ato pke buah lain......?

      Delete
    6. haha... terhitung gagal kalo untuk yang tidak disuling.
      tapi jangan dibuang. lanjutin aja terus sampai selesai fermentasi. setelah itu disuling..
      yang sudah ada di dalam galon, biarin aja apa adanya.
      nanti saat mau disuling, ambil airnya aja, trus disuling.
      dari total 1 galon (kalo penuh) dapetnya sekitar 2-3 liter maks (kalo mau alkohol diatas 35%)
      bisa sampai 4 liter kalo mau alkoholnya sekitar 20%
      tampung pakai gelas atau mangkok.
      usahakan setiap panci baru disuling, setelah 3 gelas pertama, di icip hasil sulingan yg keluar dari selang / pipa, pakai sendok. kalo udah hambar hentikan penyulingan dan ganti dengan yang baru. supaya kadar akhir alkohol tidak jadi terlalu rendah.
      biasanya sekitar 1/2 panci tersuling, udah bisa dibuang sisanya.

      Delete
  28. mau nanya nih Bos., mana yang lbh bagus hasilnya waktu proses fermentasi pake wadah yg tertutup rapat/panci presto,atau pake galon aqua yg diberi sedikit lubang diatasnya.?

    ReplyDelete
  29. Saya sarankan pake galon aqua. karena bahan penampungnya tidak akan mempengaruhi rasa produk.
    Kalo panci presto, saya gak yakin bahannya. bisa bisa pengaruh ke rasa dan aroma.
    Kalo bisa dapet presto yang asli stainless, bisa dipake. Malah disarankan sekali bila yang akan dibuat adalah bir..
    Karena dengan begitu, kita gak perlu masukin es kering utk karbobasi. Cukup dengan 'menahan' CO2-nya si ragi supaya gak keluar, kita sudah dapet bir + karbonasi.
    Yang perlu diperhatikan adalah tekanan. Masalahnya presto gak punya pengukur tekanan.
    Kalo terlalu tinggi level karbonasinya juga gak enak minumnya.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. oke thank's bos.,oh ya mana yg kbh tinggi kadar gulanya antara apel sm sawo bos.?

      Delete
    2. Kayaknya sawo deh.. lebih manis soalnya.. :)

      Delete
  30. mau tny nih lagi nih,saya baca" di blog" nya org n liat dr youtube mengenai cara membuat makkoli nah itu makkoli termasuk spirit ato beer?
    misal klo mau mbikin nya pke bahan beras nya 1/2kg trusfremipant nya 100g cukup g boz? kira" ntar jadi nya kadar alkohol brp yah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baru denger ttg makkoli.. sesuai info yg saya dapet si katanya masuk golongan wine, rice wine.. tapi ada yg bilang juga liquor..

      Kalo 'hanya' dengan 1/2 kilo beras, alkoholnya pasti rendah, paling sekitar 1-2% aja tergantung volume air.

      tambahin gula aja, supaya jadi alkoholnya banyak..

      fermipan 100 gr kebanyakan bro.. 5-10 gram aja cukup. paling banyak juga 15gr.. kebanyakan ragi juga gak manfaat, malah akan lebih keruh.

      Delete
    2. ditambahin gula?mksd nya nasi yg uda di ratain dgn fermipan trus di tambahin gula pasir gt??mo tny fermipan / ragi roti itu kan ada 2 jenis yg kering n yg basah.. klo mau membuat makkoli itu pke g ragi basah kan?pinacle itu ragi basah kan??

      Delete
  31. mao nanya Bos., bisa nggak alkohol hasil dr destilasi dicampurkan sm hasil yg sdh difermentasi(brewing).? maksudnya saya ingin bikin jus buah yg difermentasi tp kadar alkoholnya agak tinggi. bisa gak Bos.?

    ReplyDelete
  32. nyoba bikin kilju, gula+air+ragi
    tapi hasilnya malah kaya syrup gitu rada kentel tapi fermentasi udah selesai
    coba di minum hasinya setenguk kerasa asam tapi berasa alkoholnya itu asamnya dari mana ya? apakah ini batch gagal?

    ReplyDelete
  33. alkohol dicampur langsung ke hasil brewing bisa banget.. malahan mantap..
    kalau asam, berarti terjadi infeksi dengan bakteri.
    mohon perhatikan cara mencuci peralatan masak dan fermentasinya. kalau perlu, sitam dengan air panas supaya steril.
    perhatikan juga cara penyimpanan. kalau untuk yang tidak disuling, fermentasi harus di suhu dingin.

    ReplyDelete
  34. mo nanya nih Bos., bisa nggak hasil brewing kt tambahin gula + masak + fermentasi lg.? atau hasil brewing kita tambahin air gula yg sdh dimasak trus difermentasi lg.?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau sebelum proses fermentasi, bisa.
      Tapi kalau sudah fermentasi trus dimasak lagi, tidak bisa. karena akoholnya akan rusak.

      Delete
    2. Oke Bos., tp kl nggak dimasak lg gmn, bs nggak.,? maksudnya hasil brewing ditambahin air gula yg sdh dimasak, trus difermentasi lg.,alkohol yg ada dihasil brewing pertama td bs rusak nggak.?

      Delete
    3. Kalo itu bisa..
      dengan asumsi bahwa sudah terjadi fermentasi, kalo ditambah air gula lagi maka ragi akan dapat 'makanan' lagi.
      namun perlu diingat, bahwa kemampuan ragi fermipan untuk hidup dalam cairan yg sudah mengandung alkohol ada batasnya. Kalau sudah terlalu tinggi kadar alkoholnya, ragi akan mati.
      Sesuai pengalaman saya, sampai dengan batas sekitar 15-20% alkohol, ragi fermipan akan mati.

      Delete
  35. -Mau tanya gan seandainya dari AQua masuk gula di tambah ragi tanpa perebusan gimana hasilnya ..?
    -perebusan di lakukan setelah hasil akhir apa mempengaruhi kwalitasnya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan dilakukan. prosesnya terbalik.
      Yeast akan mati..

      Delete
  36. mo tny klo misal dlm pembuatan fermentasi gini ragi nya kurang gmn?misal gula yg di pke tidak tau pasti berapa kg otomatis akan kira" juga kan takaran ragi yg di campuran.... apakah bila ragi kurang takaran nya masi bisa jdi??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau raginya kurang, jangka waktu fermentasi jadi lebih lama. itu aja sih.
      Kekurangan ragi tidak menyebabkan produksi gagal. cuma lebih lama.
      Kalau dirasa kurang cepat, tinggal tambah ragi aja bro.. :)

      Delete
    2. lanjutan dr pertanyaan saya sebelum nya,saya mulai fermentasi hari mgu saya cek hari ini uda lumayan banyak buih nya n berbau asem" kyk nasi basi gt... kira" itu jdi apa g ya? klo misal bsk saya saring uda bisa di minum g yah?

      Delete
    3. kayaknya gak dimasukkan ke kulkas ya?
      kalau udah terlanjur basi, jangan dibuang. biarkan saja sampai fermentasi selesai, lanjut dengan proses penyulingan..
      jangan diminum dalam kondisi seperti sekarang. pasti sakit perut..

      Delete
    4. aduh kyk nya salah ragi nya nih T_T
      saya pke ragi basah , bahan nya saya pke nasi
      wah kyk nya gagal total dah @@

      Delete
    5. Emang ragi basahnya pakai jenis apa? mendingan pakai ragi kering aja, lebih terjamin..

      Delete
  37. Sob gw dah coba udh berjalan 7 hari saya coba kok rasanya pait ya padahal gula banyak air 5 liter gula 1/2 kilo airnya berubah jadi agak kuning itu gagal apa berhasil sob tenk..

    ReplyDelete
    Replies
    1. agak kuning itu dapet dari raginya. kalo pahit.. hmm.. kok belum pernah terjadi ya.. selain ragi, dimasukin apa lagi?

      Delete
  38. Yang saya pakai aqua,bibit ragi sama gula itu saja rasa manisnya ilang pait" tawar gitu tp aroma tapenya tajem betul

    ReplyDelete
  39. saya mau tanya, klo masukin raginya selagi air gulanya masih panas/hangat boleh gak? klo air terlalu panas apa ragi bisa mati? thx

    ReplyDelete
  40. tanya lgi, setelah di masukin fermipan lalu tutup dngn plastik wrap lalu di beri lubang kecil dngn tusuk gigi, setelah itu saya biarkan selama 12 jam dlm ruangan agar fermentasi maksimal, setelah itu di masukan kedalam kulkas. boleh gak seperti itu?thx

    ReplyDelete
  41. prinsipnya, ragi boleh masuk di suhu maksimal suhu ruangan, atu makaimal 30derajat.
    1 hari disuhu ruangan masih bisa, hanya saja harus tetap diperhatikan.. karena beda daerah beda suhu dan tingkat kontaminasinya..

    ReplyDelete
  42. Bro mau tanya, bedanya ethanol absolute, ethanol teknis sama food grade? klo abolute bisa di konsumsi jugakan ya?

    ReplyDelete
  43. malam mas,

    "Pernah coba bikin pakai bahan kelapa muda.
    Karena pendinginan kurang bagus, jadinya asem.
    Terus nyoba lagi baru berhasil.

    resepnya:
    3 butir kelapa muda, diambil airnya dan daging kelapanya.

    Daging kelapanya diblender, sisihkan.*
    TANYA: mas kalo saya cincang halus boleh ga? kira" mengurangi rasa dan aroma ga ya?

    Rebus air kelapa dengan 1 kilo gula.

    Setelah mendidih, tambahkan air sehingga totalnya jadi 20 liter**
    * TANYA : setelah ditambah air boleh diaduk?

    Setelah matang, dinginkan lalu campurkan blenderan kelapanya.***
    ***TANYA: boleh diaduk juga gaa?
    Ingat: blenderan kelapa jangan direbus. ntar hasilnya jadi kental seperti minyak.

    masukin ragi dan fermentasikan di kulkas selama 7-10 hari.
    ****TANYA : kira" raginya berapa banyak? boleh saran jenis raginya? yang murah namun ga mengurangi kualitas minumannya :) dan saat dimasukin ke kulkas cairannya dimasukkan kedalam botol kaca/ dipanci aja gpp?

    Kalau sudah jadi, saring pake kain tipis.
    *****TANYA: kain khusus? atau kain apa saja yang sudah dicuci boleh?
    Hasilnya wangi banget dengan kadar alkohol sekitar 10%..."


    maaf ya banyak nanya, makasih banyak mas Lucky me ketemu blog anda!
    ini akan saya jadikan bahan skripsi saya . Mohon bantuannyaaa :)

    ReplyDelete
  44. satu lagi mas ketinggalan hehehehe

    kan diatas mas ada jelaskan karena pendinginnya kurang bagus jadinya asem

    pertanyaan:
    1. harus berapa ya suhu kulkasnya??
    2. terkadang suhu kulkas suka ga stabil karena sering dibuka / banyaknya barang yang masuk kedalam kulkas ( anak kos pada sumpel makanan banyakk -___-)

    ada solusi mas? thx :)

    ReplyDelete
  45. bro Steve,

    Etanol absolut itu maksudnya Etanol murni. biasanya mendekati 100%.
    kalau Etanol teknis itu maksudnya Etanol yang dipakai di Lab. umumnya kisarannya sekitar 70% aja.
    sedangkan masalah food grade, itu adalah suatu kondisi dimana etanol itu dianggap layak konsumsi atau tidak. karena etanol juga ada yg dibuat utk fungsi yg tdk ada kaitannya dengan makanan. disini prosesnya sering tidak steril. misalnya: pancinya kotor atau gak pernah dicuci.
    kalo yg food grade, berarti pembuatannya sudah pasti sgn rujuan utk dikonsumsi. sehingga kebersihan saat proses pembuatan akan dijaga.
    level food grade ini ditentukan oleh BPOM.

    ReplyDelete
  46. sista Stef..
    pertanyaanya buanyak amaaaaat.. wkkkk....
    to ga papa.. no problem..
    1. untuk daging kelapa, dicincang juga boleh. sama saja..
    2. setelah mendidih, mau diaduk juga tidak masalah.
    3. kalo ragi murah paling ya fermipan.. na kalo masalah jumlahnya, biasanya saya paka 3 pack utk 20liter air dan 3kg gula.
    4. kalau bisa pakai btl kaca. klo panci ga stainless takutnya pengaruh ke rasa.
    5. kain sembarang boleh.. usahakan putih.. jangan yg berwarna. biar aman, rebus dulu kainnya.
    6. suhu ideal sih kisaran 10-5 derajat sih.. tapi kalo naik ke 15 derajat, masih bisa. asal panci or botol jgn sampe gak sengaja terbuka.. kalo ini sih solusinya cuma satu.. pengatur suhu kudu di set ke 'max'... ato....... beli kulkas sendiri... hahahaha.....
    (smoga bermanfaat sista....)

    ReplyDelete
    Replies
    1. klo yg dr kelapa ini perlu di disuling ga mas?

      Delete
  47. mas bro gmn caranya membuat minuman jowo(ciu) yang sperti daerah bekonang karangayar jawa tengah.thxnya mas bro

    ReplyDelete
  48. thx for reply mas Andreas ahahha banyak yaaa jadi maluu =D, saya ada coba konsultasiin ke dosen pembimbing saya mengenai rasanya
    nah saya mw tanya nih mas untuk rasa kira" yang dari air kelapa ini hampir sama ga seperti minuman merk coconut malibu? sejenis rhum gitu mas

    untuk pembuatan yang seperti cointreau yang sudah pernah mas coba

    "Hanya dengan distilasi 3kg gula + 20 liter air dan 15gr fermipan ragi bakpao. fermentasi 2 minggu, distilasi, dapet 3 liter alkohol kadar 30%. Simpan di botol kaca selama 1 bulan sambil dikasi kulit jeruk dari 1/2 butir jeruk"

    alatnya bisa ga mas bikin sendiri tapi ga pake panci prestooo, ak ga ada :(

    thanksss mass



    ReplyDelete
  49. @mas Budi Santoso: Sori mas.. saya gak tau cara pembuatan ciu.. :(

    ReplyDelete
  50. @ mbak Stef:
    enggak sama mbak. kalo malibu sistem pebuatannya adalah dgn cara menambahkan etanol ke dalam syrup 'santan'.

    kalo tanpa panci presto kayaknya akan susah.
    mungkin bisa dicoba pake panci+tutup yg 'diikat' jadi satu dan lubang tmpt pegangannya dikasi selang. hanya saja mungkin akan banyak uap yg terbuang karena tidak adanya 'seal' antara body dan tutup.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ohh beda yah masss, jadi minuman yang berbahan dasar kelapa ini kira" bisa digambarkan ga mas rasanya seperti apa? seperti tuak kah kira"?

      1. mas broo, kalo saya buat pake air sama daging kelapa tua kira" akan jadi seperti apa itu rasa? sama kah?

      2. mass temen saya ad yg melakukan pembuatan homemade wine menggunakan anggur merah yang difermentasikan didalam botol rapat tapi ga ditambahin ragi&gula sama sekali setelah didiamin 7 bulan nah setelah dibawa ke lab alkoholnya cuma 12,5% mas, kira" kalau saya gantikan dengan anggur hijau dan menambahkan gula dan ragi supaya proses fermentaasinya lebih cepat boleh ga ya mas?

      banyakkk nanyanyaaa, mohon dibantu ya mas hahahhahahaha

      Delete
  51. Stef,
    kalo yg sy buat, rasanya kayak cointreau juga tapi ga ada bau jeruknya. manis, beralkohol, smooth.. jauh dong sama tuak.. beda banget..
    Kalo pake kelapa tua sy belum pernah coba..
    Gimana kalo anda yg coba.. :p ntar sharing hasilnya yaa... hahaha....

    utk bikin wine, diganti dgn anggur hijau dan kasi gula dan ragi bisa aja.. nanti jadinya white wine..
    dan pasti lebih cepat. karena teman anda menggunakan bakteri alami yg ada di dlm cairan dan anggur yg dia pakai..

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
    2. kalo tuak rasanya seperti apa mas?? maklum sy ga pernah minum tuak.. kata dosen kalo liquer dari air kelapa tersebut mirip tuak saya ga bisa ngajuin itu untuk tugas akhir saya. :) sekarang saya udah beli bahan untuk cobain pembuatan cointreau dulu sih mas hehe tinggal nyoba nih takut salah tapi..

      tolong di check mas dari yang saya tangkap cara pembuatannya :
      untuk liquer kelapa:
      1. gula+air kelapa direbus dinginkan tambah air sampe jd 20lt
      2. masukin daging kelapa sama ragi ke botol kaca
      3. tutup rapat masukin ke kulkas diemin 7-10hr
      4. saring langsung siap minum
      5. penyimpanannya di kulkas/ ruang terbuka mas?

      untuk pembuatan cointreau:
      1. rebus air+gula dinginkan tambah air sampe 20lt
      2. tambah ragi di panci diaduk
      3. tutup panci pake plastik wrap bolongin pake tusuk gigi 1 bolongan, diamkan di ruang terbuka selama 2 mgg untuk fermentasi.
      4. setelah di fermentasi langsung dipindahkan ke panci presto untuk disuling dengan api kecil, ( kalo mw lebih baik ambil sulingan 5 gelas pertama)
      5. setelah disuling masukkan ke botol kaca masukkan kulit jeruk(infuse) kedalam botol.(jeruk jenis apa mas?+kulit jeruk yg ud dikeringin/basah?)
      6. diamkan minimal 2mgg - 4mgg di ruang terbuka dalam proses infuse
      7. setelah itu disaring sehingga tidak ada sisa" kulit jeruk
      8. siap diminum
      9. penyimpanan di ruang terbuka/kulkas mas?


      mas bener ga cara yang saya tangkep? ada yang diralat mas? mohon bantuannyaa yaah mass


      Delete
  52. Dengan Senang Hati.. No Problem..
    Saya jamin rasanya tidak akan sama dengan Tuak. jauh banget..
    Kalo pakai contoh sekolahan, Tuak itu SD sedangkan dari air kelapa ini udah S1.. :D
    Cara fermentasi tuak adalah dengan menggunakan jamur alami, sehingga sudah pasti tercampur dengan bakteri yang ada di jamur tersebut. Ini yang membuat tuak rasanya agak asem dan baunya keras sekali.
    Kalau menggunakan fermipan, baunya akan sangat soft dan wangi.

    Untuk pembuatan Liquer kelapa sudah benar. Penyimpanan di kulkas.
    Jangan lupa, saat fermentasi dengan menggunakan botol, mulut botolnya tutup pakai plastic wrap juga dan dikasi bolongan.
    Jangan tutup pakai tutup botolnya supaya tidak meledak kena tekanan fermentasi ragi.

    Untuk pembuatan Cointreau:
    yang nomor 4 itu tidak mutlak maksimumnya 5 gelas. saat penyulingan, sambil diicip aja. Kalau udah mulai hambar, hentikan penyulingan. Saat sisa air di panci penyulingan dibuka, baunya mirip cuka.

    Kulit jeruknya yg fresh aja.. saya pake ponkam atau sejenis.. sunkist juga boleh..

    Saat infuse diruangan terbuka juga bisa, botolnya ditutup rapat ya, kalo gak alkoholnya menguap.

    saya sarankan, saat penyulingan dan setelah produknya jadi, mbak Stef icip meski hanya seujung sendok teh, jadi anda tau rasanya. Jangan khawatir mabuk.. itu juga bagian dari proses pembuatannya.. hahaha...

    Emang kapan skripsinya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. malam mas,saya sih sudah bisa mengajukan judul skripsi mas secepatnya supaya ga ad yang sama,nasib baik saya buka blog mas andreas, kalo ga saya ud pake tutup botol dan ga kebayang gimana kulkas ibu kos saya hahahahahahah, kebetulan saya sudah buat sih mas jam9 tadi jadi untuk liquer kelapanya, tapi saya ga chop halus.. saya chop kasar mas.. dan dari resep yang sudah mas kasih saya bagi4 semua untuk takarannya..

      nah kemungkinan besok saya mau nyobain yang buat cointreau, cuma emang lagi bermasalah di pipa nya mas untuk atas presto, :(

      nah mas untuk yang versi kelapa, saya harus mencari minuman yang udah beredar dipasaran yang mirip dengan minuman cointreau rasa kelapa ini, kira" mas andreas tau ga minuman merk apa yang kira" mengacu pada minuman kelapa ini? soalnya saya harus beli jg mas yg aslinya -___-

      thxx mass klo bs bales cpt enak nih saya mau share foto yang ud saya buat tadii

      Delete
    2. ntuk pembuatan Cointreau:

      1.mas saat fermentasi beneran 2mgg ditaro dipanci ditutup?/ digalon aqua yang ak tutup pake plastik tutup botolnya dan bolongin pake tusuk gigi?
      2. abis nyuling kan baunya kan mirip cuka tuh mas, baunya berbekas ga di panci prestonya? masalahnya itu pny mamanya temen sayaa hahaha bole minjem ;p

      Delete
  53. Kalo gak dapet pipa, pakai selang juga bisa kok..
    diakalin aja. yang penting bisa ngalir uapnya ke gelas..

    Untuk pembanding, bisa pake Bols Coconut atau De Kuyper Coconut.
    Bedanya dikit di ketajaman rasa dan aroma..

    utk Cointreaunya, iya.. sekitar 2 minggu di panci atau galon aqua yg ditutup pake wrap + 1 bolongan..

    Kalo masalah panci prestonya, baunya hanya saat dibuka aja pas mau dibuang.. cuci pake mama lemon pasti ilang baunya.
    Tenang aja.. aman ngembaliin pinjeman prestonya.. :D

    ReplyDelete
  54. selang airrr mass??
    untuk klpa:
    1. oh lebih mirip kemana nih mas liqueur bols coconut atau de kuyper coconut?
    2. minimal 7hari sudah bisa saya ujikan kepada dosen mas?/lebih lama lebih baik?

    untuk cointreau:
    1. di panci mana aja boleh mas/ harus di panci presto saat fermentasi?
    2. kira" pas infuse efektifnya berapa lama mas? lama waktu terbaik dan lama waktu minimal sudah bisa diminum?

    makasih mass :)

    ReplyDelete
  55. Iya.. selang air.. atau pakai selang yg utk kompresor yg melingkar2 kaya per itu juga lebih bagus..

    Kalo masalah mirip, rasanya lebih mirip ke bols.
    7 hari kan belum matang.. tapi udah mulai mengandung alkohol.. cuma masih rendah..

    Usahakan pancinya yang ada lapisan stainless ato krom.. jangan panci full alumunium.
    infuse terbaik 1 bulan minimum.. lebih lama lebih baik..

    ReplyDelete
    Replies
    1. pake selang air nih kayaknya ak strilin dlu,
      ohh 7 hari belum matang tp baru mengandung alkohol? kira" hari ke berapa dia matang dan sudah boleh saya kasi ke dosen untuk dicicip mas?

      __________________________

      kalo udah jadi mas penyajiannya menurut mas enakan dingin/sesuai ruang terbuka? gini mas soalnya setelah saya nanya" ke seluruh dosen foodbeverage rata" kurang demen sm coconut bols kan sulit untuk diminum straight dan jarang disajikan straight mas,disebabkan aromanya yg kurang diminati.
      untuk percobaan yang sedang saya buat ini kira" mas nih sebagai yg ud jagoo doyan yang mana mas bols/buatan homemade ini? dan bs ga disajikan straight?

      thx atas bantuannya mass :)

      Delete
    2. Kalo saya sarankan, tunggu sampai fermentasi bener2 kelar, simpan sekitar 3-4 hari dalam keadaan tertutup rapat di kulkas.. baru enak. Sajikan dingin.
      Kalo saya lebih suka straight on the rock (pake es batu).. dibandingkan dengan bols coconut asli, yg homemade ini baunya lebih soft.. Asal kita tidak masukin kelapanya terlalu banyak.
      Kalo udah jadi cocktail, ciri coconutnya tercampur dengan yang lain jadi gak terasa..

      Delete
  56. mas satu lagi :)

    saya ada search ternyata minuman bols coconut terbagi lagi menjadi 5 jenis ya mas?
    1 June Bug
    2 Key West Cooler
    3 Lights of Havana
    4 Gadfly
    5 Tropical Cream

    diantara 5 ini mana yg lebih mirip mas sm yg sekarang sedang saya buat? mau nitip tante beli di duty freee heheheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau yg anda sebut di atas itu cocktailnya mbak Stef..
      yg saya inget June Bug.. campuran dari 3 jenis bols. Melon, Banana dan coconut + beberapa juices.
      kalo yg sedang anda buat itu bols coconut liqueur-nya.
      http://www.bols.com/products/bols-coconut/

      Delete
  57. ohh gituu , iya deh mass sorry tuh ga ngerti bgt akuuuu :(, hari ini fermentasi ud berjalan ke hari3 mas , nanti kalo udah bener" jadi rasanya manis dan ga ada asem kan mas??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe.. gak pa pa Sist.. kita sama sama belajar kok..
      Kalu diskusi gini kan ilmu kita sama sama nambah.. :)
      saya juga jadi tau klo coconut liqueur ternyata kurang disuka karena aromanya.. :D

      kalau masalah rasa final produk, selama tidak terjadi kontaminasi bakteri, pasti tidak asem..

      Kalau masalah manisnya, itu bisa ada bisa tidak. terganting tingkat fermentasinya..
      logikanya begini:
      ragi mampu menghasilkan 15% alkohol. selebihnya, ragi akan mati keracunan alkoholnya sendiri.
      Sedangkan untuk menghasilkan 15% alkohol di dalam 20 liter air, katakanlah diperlukan 2kg gula.
      Nah, pas bikin, ternyata anda masukkan 3 kilo gula.. jadi yg sekilo pasti gak terurai jadi alkohol.. tetep gula..
      sehingga hasil akhirnya pasti ada manisnya.
      Namun ini hanya berlaku untuk yang tidak disuling lho ya.. kalo disuling, manisnya akan hilang.

      untuk produk yang disuling, kalo mau ada manisnya, tambahkan simple syrup (gula cair) aja setelah proses penyulingan.. :)

      Begitu ceritanya Sist..

      Delete
  58. malam Bos.,liat obrolan Bos sm mbak Stefanny diatas, jd kl 3 kg gula + 20 liter air itu difermantasi cm sktr 2 kg aja gulanya yg terurai jd alkohol,smntr yg 1 kg nya tdk.,? kl misalnya waktu proses fermentasinya diperpanjang lg, apakah yg sekilonya lg bs terurai jd alkohol..? Apa proses destilasi dpt mengurai semua gula yag ada di brewing jd alkohol Bos..? Soryy Bos saya jd bingung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pagi Mas Edi..
      itu hanya sebagai contoh aja mas.. :)
      saya sih belum pernah menghitung berapa tepatnya.
      Namun, dari beberapa kali 'produksi' dengan gula 3 kg / 20 liter air, masih tersisa sedikit manis.. jadi pas diminum jadi nikmat.. (soalnya saya suka yg ada manisnya)

      Masalah proses fermentasi, tidak dapat diperpanjang selama kita menggunakan jenis ragi yang sama..
      jadi, intinya, proses fermentasi terhenti karena dua hal berikut:
      1. karena kandungan gula sudah habis
      2. karena kandungan alkohol sudah terlalu tinggi untuk raginya. pada tahap ini ragi akan mati.

      pada dua tahap di atas, proses fermentasi tidak dapat diperpanjang.

      Sedangkan pada tahap distilasi, 'sisa gula' tidak akan diurai lagi, melainkan 'ditinggal' atau 'dibuang'
      proses distilasi hanya 'memadatkan' kandungan alkohol dengan cara mengeluarkan kandungan airnya.

      Semoga tidak bingung lagi.. hehehe... :)

      Delete
    2. Thank's Bos.,he..he..he..

      Delete
  59. wah makasih ya masss, hehehe nanti hari selasa itu 1 minggu sudah mas, kira" hari ke berapa saya bisa buka untuk disaring dan dicobain ya mas? hari ke 10 / 12 baiknya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebaiknya ditunggu sampai proses fermentasi benar2 selesai dan seluruh ragi mengendap. kalo saya, biasanya saya tunggu sampai hasil fermentasi jadi bening.. :)

      Delete
  60. Thank's Bos.,he..he...he..

    ReplyDelete
  61. Malam Bos, mau tny lg nih, tingginya kadar gula yg ada dlm brewing itu menghasilkan banyaknya/jmlh alkohol yg didpt atau tingginya kadar/prosentase alkohol yg didpt stlh proses destilasi.? Tlng dijelasin Bos, thank's.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali bro Edi..
      Hanya saja, dengan menggunakan Fermipan, maksimum kadar alkohol terbatas.
      Ragi Fermipan hanya mampu menghasilkan sekitar 15% - 20% saja.
      Ada beberapa jenis ragi khusus brewing yang bisa menghasilkan alkohol dikisaran 30%. tapi harganya juga selangit.
      Tinggi rendah kadar alkohol dalam cairan yang akan diproses distilasi mempengaruhi hasil akhir setelah distilasi.
      Kalau kandungan awalnya rendah, bisa dijadikan tinggi dengan melakukan dua atau tiga kali proses distilasi.
      dengan catatan, volume yang dihasilkan akan berkurang.
      Minuman berkualitas seperty grey goose, sky vodka, dll, rata rata 2-3 kali distilasi.

      Delete
  62. siang bang.........eksperimen dri kelapa dah jadi bang yang pertama mah ane suling semua bang abisnya hasil akhirnya jadi asem g tau nih mo di apain alkoholnya trus ane buat lagi yg kedua wah mantep bang hasilnya ane ampe mabuk bang soalnya ane minum hampir setengah galon abis enak bang.........kalo masa kadaluarsanya berapa hari ni bang yang untuk dari kelapa.....?trus bang ane mocoba pake buah lontar kira2 sama ga prosesnya sama pake kelapa........?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah.. selamat yaa.. meskipun yang pertama gagal, gak pa pa.. anggap aja itu proses pembelajarannya.
      Kalo jenis yang tidak disuling, dalam keadaan tertutup rapat dan disimpan di kulkas, bisa mencapai 30 hari rata rata.
      kalau yg sulingan bisa lama banget, sekitar 6-12 bulan bahkan lebih.
      Utk pemakaian buah lontar terus terang saya belum pernah coba. Buah lontar itu buah siwalan bukan?

      Delete
    2. wah apa y namanya.......biasanya sih airnya sukadijual dipinggir2 jalan kalo ga salahnamanya lagen gitu.......kalo disuling rasa dari kelapanya bisa hilang ga.........kalo iya apakah bisa di kasih kulit jeruk seperti testi diatas......

      Delete
    3. Oh iyaa... Legen.. tapi sy belum pernah coba tuh.. :D
      tapi kemungkinan sama mengingat jenis buahnya kurang lebih sama.

      Kalo disuling, rasa dan aroma sudah pasti hilang.
      bisa di kasi kulit jeruk setelah di suling.. hasilnya akan sama..

      Delete
  63. Malam Bos, waktu saya destilasi hasil fermentasi kenapa hasil pertamanya berwarna agak keputihan/spt air beras, apakah itu normal Bos.? tp pd hasil berikutnya bening. Waktu destilasi saya masukin sktr 6 gelas, dan saya ambil hasilnya 2 gelas. Apakah kebanyakan hasil yg saya ambil Bos, atau cukup 1 gelas aja.?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya.. itu terjadi juga sama saya..
      kalo masalah itu, belum nemu pemecahannya.. hehehe..
      disatu sisi dia alkoholnya paling tinggi (karena keluar paling awal) di satu sisi, warnanya bikin bete..
      kalau masalah jumlah hasil yg mau ditampung berapa, intinya tergantung kebutuhan kita.
      tapi 6 gelas diambil 2 gelas itu sangat wajar. secara volume hasilnya sekitar 33%. secara kadar alkohol bisa mencapai 40%

      Delete
    2. Emang bener Bos, tetesan yg agak keruh waktu saya cicpin terasa olkoholnya lumayan tinggi., sesudah saya tampung semua hasilnya kedlm botol (termasuk yg bening/gelas ke2) waktu saya cicip malah terasa hambar/alkoholnya nggak terasa Bos.? Apa saya salah wkt proses destilasinya.? Waktu proses destilasi hasil tetesnya saya tampung pk gelas yg saya ksh tutup.,maksud saya spy tdk bnyk uap yg keluar.

      Delete
  64. mas andreasss, hasil dari buah kelapa yang ak buat udah jadii tapi rasanyaaa asemm, ga enakk hiks... baunya jg..

    apa itu krn kurang steril ya? / karena takaran bahannya saya salah?( krn saya buat jumlah nya sedikit hasil cm 2 botol sirup mas)

    saya kasi bapak kos saya nyoba katanya rasanya kaya buah kelapa yg udah jatuh dr pohon 1mingguan.. sy ga ngerti tuh mas gimana rasanya.. ad saran mas untuk saya?? makin telat ngajuin judul tugas akhirr hhuhuhuhu
    _________________________________
    buat mas ajay: mas kemarin bikinnya berapa ya takarannya?? pelajaran ap yg didapet smpe bisa sukses?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Stef,
      itu terjadi karena infeksi.
      Yang pasti bukan karena takarannya.
      Penyebab asem banyak, mulai dari kebersihan alat, tempat penampungnya, atau suhu kulkasnya kurang dingin.
      prinsipnya sama seperti kalau kita nyimpen teh manis di kulkas.

      saran saya, lebih diperhatikan pada kebersihan peralatan dan suhu pendinginan. kalo perlu, titip sama kulkasnya bapak kos.. (semoga isi kulkas bapak kos lebih sedikit..)

      Delete
  65. oh gituu mas, iyaa thx ud di reply mas.. hari ini saya coba buat lagi

    oh iya mas misal nih botol habis saya rebus itu harus nunggu kering dulu baru bisa saya masukin cairan gula dan kelapa yg ud direbus/ basah" udah bisa? itu sudah di kulkas bapak kos sih...

    kalo buat 20 liter ragi 15 gr ya mas? kmrn sy buat yg tkrann raginya 15gr;4

    jadi yang asem kalo saya suling rasanya alkohol plain ya mas? seetelah itu bs ga sy infuise sm potongan daging kelapa muda? thxx mas andreas.

    ReplyDelete
  66. sore mz..iktn nanya niy
    klo hasil dari rebusan gula + ragi yg dah jd alkohol,dicampur dgn air aqua g b,bahaya y..mksdny ttp msh bs dikonsumsi kan? mgkn kadar alkoholnya aj yg b'krg y?

    ReplyDelete
  67. nanya lagi mz''
    dr 3kg gula + 20 litr air hasilnya jd brp ltr alkohol y

    ReplyDelete
  68. mas andreas maaf nanya lagi,

    untuk kelapa takarannya:

    "kalo ragi murah paling ya fermipan.. na kalo masalah jumlahnya, biasanya saya paka 3 pack utk 20liter air dan 3kg gula."

    nah mas saya ada beli fermipan 1 bungkus 11 gr mas itu yg saya pake mas, sama ga kayak pny mas 1 bgks 11 gr? kalo 3 fermipan= 33 gram bnr mas?
    sy mw double check itu aja bsk saya buat ulang hehe doakan lancar mas, aminn.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya.. sama Mbak..
      amiin... semoga lancar..
      Jangan lupa sterilnya di jaga yaa..
      karena jenis bir sangat rentan dengan bakteri..
      GBU..

      Delete
    2. mas maaf saya jadi bingung maksudnya jenis bir? apakah produk kelapa yang saya buat ini sejenis bir?

      oh iya mas ada buka toko/shop gitu? jadi saya sama teman bisa dateng langsung untuk konsul dengan cepat.. :(

      ato maaf ni mas apakah ada pin bb/nomor yg bs saya dan teman"hubungi sehingga bisa send picture dan konsultasi lebih mendalam mengenai hasil eksperimen untuk skripsi kami dan di koreksi secara cepat mas?

      makasih mas maaf bgt ngerepotin..

      Delete
  69. Gini mbak Stef,
    saya sebut jenis bir, karena produknya hanya dimasak dan fermentasi lalu dikonsumsi. Untuk jenis yang anda buat, bila tidak disuling, aslinya gak ada sebutan internasionalnya. Jadi saya sebut jenis bir. hehehe.. sebenarnya sih bukan bir..

    kalo fermentasinya lama dan mengandalkan infuse dari gentong penyimpanan, masuk jenis wine.

    Kalau dilanjut penyulingan, masuknya golongan liquor.
    kalo dibumbuin dan ditambah gula lagi akan jadi liqueur.
    begitu.

    Saya gak punya toko.. kebetulan saya kerja di pabrik bir sebagai brewer.. :)
    Jadi mohon maaf, gak bisa berkunjung.. soalnya tempat kerja sih.. :D

    kirim aja pin bb mbak stef ke carando130869@yahoo.co.uk, nanti saya add.. :)

    ReplyDelete
  70. mas maaf saya baru balas, saya baru selesai menyuling kelapa saya yang asam itu masss dari jam 9 sampe jam 12 tadi baru selesaii.. bingung sama apinya mas saya.. saya kirim foto porsesnya nanti ke pin bb mas, mohon add saya secepatnya mas

    trus rasanya ga begitu ada alkohol dan masih asam(cuma lebih mendingan), kedua malah berbau plastik banget mas padahal saya sudah rebus plastiknya dengan api kecil selama 35 menit

    dan pas hasil sulingan jatuh ke botol penampung masih panas mas cairannya trus saya cmpurin simple syrup kedalem botol dan diaduk..

    skrg sih sudah hangat dan saya kasi 1/4 kulit jeruk ponkan hasilnya sih bau plastiknya jauh tersamarkan jadi seger bau jeruk aja hanya pas dicobain masi ad bau plastik dikit bercampur sm kulit jeruknya

    saya iseng" tuang digelas sedikit mas dan cobain masukin api kedalem gelas buat ngetes kadar alkoholnya daaaaannn apinya mati mas.....

    hahaha kacaoooo~ saya ga tau ap yg salah mas.. ud jam12 belom mandi saya liatin suulingan saay dari tadi hahahahahahahahah

    ReplyDelete
  71. Itu total yang disuling brapa liter, trus stlh di suling dpt brapa banyak?
    3 jam itu sangat normal..
    Saya klo nyuling 20liter bisa 5 jam.. :D

    Klo rasa alkoholnya sedikit, ada dua penyebab:
    1. fermentasinya tidak maksimal karena terganggu bakteri (ditandai dengan asem)
    2. Nampung hasil sulingannya terlalu banyak.

    bau plastik sebenernya cukup normal, nanti setelah disimpan sebulan akan hilang sendiri ketimpa bau jeruknya.

    Kalo test alkohol kadar segitu (apalagi mbak Stef tadi bilang gak begitu ada) gak bisa dengan api.
    Yang saya punya, 39,9% aja gak mau nyala.. hahahaha...

    ReplyDelete
  72. wah itu mah paling 2 botol sirup mas, 1 setengah liter lah mas, saya suling cuma ngambil kurang lebih 200ml aja mas,

    mungkin karena fermentasi yah mas saya kan menyuling dari hasil kelapa yang asam

    hahhahahahah waduhhh okehh mas masi banyak yang saya mau tanyainnn

    besok saya buat lagiii~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sharusnya kalau 1,5lt diambir 30% kan masih sekitar 0,5 liter.. Jadi kalau dapet 200ml saja, seharusnya kadar alkoholnya tinggi..

      Delete
  73. sore mz andreas,kmrn koq g djwb yah pertanyaan saya
    maap ni tny lg (mg djwb y) cz sy dah mo praktek ni
    1.hasil fermentasi gula,aqua,ragi itu sama g ma lapen?
    2.trus hasilnya bs tahan brp lama y (masa konsumsinya)

    mksh sblmnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. @mbak Susy...
      Aduh.. maap mbak.. gak keliatan postingnya... ma'aaaaaaaap banget.... (nyembah mode: ON)... :)
      Untuk hasil alkohol yang sudah jadi dan dicampur air itu tidak berbahaya. Bisa dikonsumsi dengan aman. itu prinsipnya sama dengan mencampur minuman di Bar.. dicampur dengan sirup, minuman lain dll.

      Kalau dari pengalaman saya, 20liter air + 3kilo gula rata rata dapet 3-4liter. Biasanya saya stop di 3 liter supaya kandungan alkoholnya tinggi. (mencapai 39,5%)

      Lapen itu apa ya? kok belum pernah denger..

      Untuk masa simpan alkohol biasanya lama. di atas 1 tahun dengan penyimpanan secara tertutup tentunya.
      ada pengecualiannya: yaitu bila kadar gulanya masih tinggi atau sudah ditambah gula setelah proses penyulingan, maka umurnya akan lebih pendek.
      demikian mbak Susy... :)

      Delete
  74. Utk Saudara E, seharusnya tidak ada yang salah dengan proses penyulingan anda, karena hasil awalnya sudah terasa alkohol.
    Mungkin anda menampungnya agak terlalu banyak, sehingga kadar alkohol di dalam panci sudah habis, sehinggga yang keluar hanya air saja.
    Karena itu, saya selalu cek proses penyulingan supaya ketahuan sampai batas mana alkoholnya sudah hilang.

    Prinsipnya begini:
    misalnya saat tetesan pertama katakanlah kandungannya 70% alkohol dan tertampung hingga 50ml.
    tetesan terakhir saat mencapai 50ml kadar alkoholnya sudah tidak lagi 70%, tapi mungkin 60%.
    Jadi 50ml itu adalah hasil campuran dari 70% hingga 60%. kemungkinan hasilnya berkisar di tengah2nya.. Sekitar 64-65%..

    ReplyDelete
  75. mlm mz andreas,
    mksh dh dreply...
    mw tny lg mz,ni q dh proses bwt 6ltr air + 1kg gula + 5,5 fermipan
    1.aq mskn ragine wkt msh hangat,dtmpg pake galon,kemungkinan bs jadi g y
    2.klo prosesnya g sampe destilasi,cm fermentasi (brewing) aja,alkoholnya dpt brp ltr?trs dh bs dikonsumsi blm?disaring tdk
    3.q bingung soal penyimpanan pd proses fermentasi,ditaruh diruangan biasa atw musti msk kulkas y

    hehehe..bny y prtnyaane,cz q penasaran bgt mz

    makasiiihh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah.. semoga gak terlalu panas pas masukin raginya.. biasanya sekitar 30-35 derajat sih masih bisa. suhu ruangan kan sekitar 30-31 derajat.. toleransi naiknya rata2 15% dari suhu ruangan. Memang lebih baik kalau suhunya bisa dibawah suhu ruangan, biar raginya gak 'kaget'.

      Sebatas brewing, rata2 kadar alkohol sekitar 10-15%. bisa langsung dikonsumsi bila gak asem.
      Caranya ya dengan didinginkan di kulkas.
      saya pernah coba simpan di ruangan gelap (gudang) 2x gak asem, 5x asem.. gak tau kenapa... :D

      Delete
  76. mas andreas mau tanya ne,,, kan mren aku nyoba dr 20 liter air 3 kg gula, trs setngh kg anggur q jadikan satu,, proses saya biarkn 1 mnngu,, stlh distilasi hasil airnya kok kurang jernih ya mas,, hasilnya sprt air kelpa agak keputihan kyk pocari swet gtho.. yg jadi pertnyaan dr saya,, g mn caranya biar hasi sulingan menjadi benging banget sprt air putih.. apa pipa ac di bnyakin gulunganx pa g mn,, soalnya yg saya boat mren sekitr 6 putarann, mksh seblmnx mas andreas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bro Noza, itu kondisi normal bila kita tidak menggunakan penyaringan / penjernihan.
      Betul.. keruhnya kayak pocari.
      Supaya jadi bening, ada beberapa cara.
      kalo saya pernah pakai arang yang sudah dibersihkan. Cuma volume jadi menyusut.. karena arang menyerap cairan.
      Tergantung jumlah arangnya, bisa hilang 1/2 ltr - 1 ltr.. :(
      Tapi hasilnya jernih banget. :p
      Putaran pipa gak pengaruh sama kejernihan, pengaruhnya lebih pada volume yg dihasilkan. semakin banyak putaran berarti semakin dingin (dgn catatan, airnya gak boleh ikut jadi panas)..

      Delete
  77. Keren mas ilmunya membuat aku mabuk kemaren hahaha

    ReplyDelete
  78. mas andre mo nanya ni,kalo air:500 mili,gula 0,5 kg,nanas dipotong kecil,direbus sampai mendidih diam kan sampai dingin lalu di masukkan fermipan 8 grm,terus di fermentasi pake botol sirup di atas nya dilubang kecil di kasih selang dan selang di hubungkan ke botol satunya yg berisi air aqua,co2 yg di hasilkan ragi tadi ber pindah mengluarkan gelembung,ujung botol di rapatin pakek lilin mainan fungsinya biar udara tidak masuk kedalam,cara ini didapat dari temen lab kimia,kayanya airnya kurang ya,kira2 jadi ngk ya mas andre?

    ReplyDelete
    Replies
    1. wiih... airnya kurang banget.. Dengan jumlah sesuai deskripsi anda, air bisa ditambah sampai dengan 2,5liter lho..
      Jangan lupa untuk disaring sebelum dimsukin ragi. takutnya raginya mati kena potongan nanasnya..
      Utk sistem fermentasi sesuai saran teman lab anda, itu benar sekali.. istilahnya 'water trap'
      Hanya saja kalo dimasukkan kulkas, bakal makan tempat.. :)
      Selama tidak terjadi infeksi, pasti jadi.. Jangan khawatir.. coba aja dulu, supaya ada pengalaman..

      Delete
  79. oh ya lok selain pake arang, pake apa lagi mas kira'' biar jernih?? dan umpama pake arang caranya di apain ne cara nyaringya,,mren 20 liter air , 3kg gula, ragix saya kasih 60grm kbnykn apa enggk tue raginya.... trs masalah putaran pipa yg paling bagus pke brp putaran mas andre.. mksh bnyk mas andre dh di replay..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Klo anda punya saringan dari bahan keramik yg utk air minum, itu juga boleh.
      Kalo pake arang, sistemnya cuma ditetesin ke atas arang aja, trus dibiarin merembes ke penampungan..
      Arangnya cuci dulu, dikucurin air sampe bersih, trus hasil cuci terakhir diicip.. sampai terasa air aja..
      Selain menjernihkan, arang juga berfungsi untuk disinfektan.
      Raginya gpp segitu. fermentasi akan lebih cepat..
      klo masalah putaran pipa, tergantung kemampuan kita mengganti air. Semakin dingin suhu air dan semakin banyak putaran, volume yg di dapat semakin banyak.

      Delete
  80. cari biji gandum ngk nemu"di mana belinya ya mas?pake beras merah bisa ngk ya untuk bikin bir selain biji gandum,kalo bikin sendiri apa ya seperti bir aslinya bening dan ber warna kekuning2an?sory mas nanya lg ni

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pakai beras merah bisa saja.. Tapi apa gak mahal? Mending pake ketan aja.
      Kalau masalah warna ya akan mengikuti warna bahannya. :)

      Delete
  81. wokehhh mass saya cba ntr ne g buat 3 galon hahah mantabzz.... pngen bersulang sama mas andre lok bisa ketemu... mksh bnyk mas andre ilmunya... moga sukses sllu boat mas andre...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wooo... 3 galon... mantab neeek...
      Thank you juga bro..
      Senang bisa berbagi ilmu..

      Delete
  82. Malam Bos,ngulang pertanyaan saya diatas,mmg tetesan yg agak keruh waktu saya cicpin terasa olkoholnya tinggi.,tetapi sesudah saya tampung semua hasilnya kedlm botol (termasuk yg bening/gelas ke2) waktu saya cicip malah terasa hambar/alkoholnya nggak terasa Bos.? Apa saya salah wkt proses destilasinya.? Waktu proses destilasi hasil tetesnya saya tampung pk gelas yg saya ksh tutup.,maksud saya spy tdk bnyk uap yg keluar.,(tp gelas terasa panas),trus putaran slang pendinginnya saya cm pk 3 putaran, apa krng bnyk Bos.? Tlng dijelasin lg Bos, Thank's.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bro Edi,
      bisa dijelaskan dari awal?
      Kira2, jumlah yang anda buat berapa?
      kemudian yang tertampung berapa?
      Kalo merujuk ke posting anda sebelumnya, masuk 6 gelas, tertampung 2 gelas. Seharusnya itu sudah OK..
      Apa hambarnya bener2 hambar seperti air?
      Kalo begitu, ada sesuatu yg gak bener.
      Apa sebelum disuling, sempat diicip gak? apa sudah terasa alkoholnya?
      Kemungkinannya begini, kadar alkohol yang ada dalam hasil fermentasi yang akan disuling tidak terlalu tinggi, sehingga saat anda menampung +/- 30% dari jumlah yang disuling, alkohol sudah keluar dulu, kemudian diikuti oleh air aja. sehingga kadar alkohol secara keseluruhan (setelah dicampur dengan gelas kedua) jadi rendah.
      Ini bisa terjadi karena alkohol menguap lebih dulu dibandingkan dengan air.
      cara paling jitu mengatasi masalah ini adalah dengan mencicip hasil destilasi secara rutin.
      Begitu sudah hambar, selanjutnya jangan ditampung.
      Tentang gelas menjadi panas, itu normal. karena putaran pendingin anda cuma 3. ada baiknya ditambah 3 putaran lagi.
      Dan juga, mohon di cek ulang air pendinginnya saat distilasi. Usahakan air pendinginnya tetap dingin.
      kalau saya, air pendinginnya selalu saya jaga di suhu sekitar 25-27 celcius. itu aja hasilnya masih hangat.. :D
      Kalau bisa, gunakan air mengalir (kran nyala perlahan)
      Monggo dicoba Mas.. :)

      Delete
    2. Thank's Bos,saya akan coba lg.

      Delete
  83. pagi mz andre..
    pe hr ni q msh proses fermentasi,tadinya sih g mo tak suling,tp q tkt klo asem krn g msk kulkas (mskpn g pk camprn buah apapun)..
    dr uraian yg diatas,kl mo bwt cntrw raginy pk fermipn bakpao y?
    pdhl q pk fermipn biasa mz,kr2 ngaruh g ke hasil?
    trs klo dh jd alkohol,dh dinfuse,nyimpen biar lm ttp dikulkas atw ruangn biasa?

    mksh lagee y mz..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo masalah asem ato tidak, saat selesai fermentasi di icip aja Mbak Suz.. siapa tau tidak asem, jadi bisa langsung dinikmati setelah didinginkan..
      Masalah fermipan bakpao itu hanya masalah selera aja.. karena hasilnya lebih wangi.
      Tapi menggunakan fermipan biasa bisa kok. bedanya paling di aroma saja.
      Penyimpanan produk akhir bila disuling, di suhu kamar tidak masalah. yang penting tertutup rapat. Karena alkohol mudah menguap.
      kalau yg tidak disuling, harus di kulkas supaya bisa tahan lebih lama (karena kadar alkohol rendah, bakteri masih bisa hidup) Dengan didinginkan, aktivitas bakteri akan diminimalkan.

      Delete
  84. Mas andre,percobaan saya,fermentasi gula sekitar setengah kg kurang,air 550 mli,nanas saya potong "dan fermipan 8gr,dan 4 hari kemudian,saya coba icip terasa gula+buah nanasnya,dan sedikit bau tape,bau alkoholnya kaya ngk ada,apa fermipan nya bener mati ya mas?....soalnya fermipan dah mengendap di bawah tapi msh sedikit ngluarin buih nya,apa fermipan kurang ya,bila di tambah bisa ngk mas......?setelah menjalani fermentasi 4 hari?.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas Suro.. Kemungkinan raginya mati kena nanasnya.
      Kalau memang tidak asem, coba keluarkan nanasnya, pindahkan ke tempat baru kemudian masukkan ragi tambahan. Siapa tau bisa lanjut..

      Delete
  85. met siang mz andreas..

    sy repot mw pasang pipa pd presto,kira2 ada yg jual alat distilasi g ya n hrgnya brp?

    ReplyDelete
  86. wah.. saya belum pernah cari sih..
    coba cari di google..
    Tapi kayaknya mahal.. apalagi untuk kapasitas besar..
    Kalo ada yang mau beli kapasitas 500 liter, di singaraja ada yang jual.. hahaha...

    ReplyDelete
  87. Mas tolong jelasin pembuatan cider dong, kalo buat dari beras itu berasnya di masak dulu apa engga? Kurang jelas nih. Makasih banyak jurus mabuknya haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setau saya, cider itu jus apel cuka apel yg ringan. (dalam arti, asamnya tidak terlalu tinggi)
      cuma tinggal direbus aja, kemudian difermentasikan. itu aja.
      Yang dibuat dari beras itu apa dulu.. Kalau bikin cider ya gak nyambung dong.
      kalo bikin minuman beralkohol dari beras, berasnya memang harus di masak dulu di suhu rendah. sekitar 50-70 derajat. lalu difermentasikan, kemudian disuling. jadinya arak deh.. :)

      Delete
  88. Btw mas selaen ragi fermipan bisa ragi apa lagi?

    ReplyDelete
  89. Bisa hampir semua ragi kering untuk roti. seperti Baker's, Lesafrre, Fleischmann's atau yang lainnya.
    Intinya sih sama saja bro Fadli.. ragi roti bisa mengubah gula menjadi alkohol.
    yang beda nanti adalah hasilnya. Beda merek akan beda di aroma, rasa dan kecepatan fermentasinya..

    ReplyDelete
  90. "Kalau CO2, caranya persis prinsip gelembung oksigen di akuarium. jadi minuman dimasukkan ke dalam tabung tertutup, kemudian ditekan pakai CO2."

    Maksudnya gimana ini bro? CO2nya ditekan didalam cairannya atw diluarnya?

    Gw kepikiran masukin CO2nya dari CO2 hasil fermentasi, jadi wadah fermentasi gw tutup rapet n dikasih selang aquarium... trus selangnya gw masukin ke minuman yg mo dikasih CO2.

    klo kaya gitu bisa g bro? n brp lama tuh nyuntik CO2nya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di dalam cairan Gan..

      Menggunakan CO2 dari hasil fermentasi lebih bagus, karena lebih wangi.

      Namun harus dipertimbangkan kemampuan tempat penyimpanannya bila ente berencana menutup rapat.
      Bila tidak menggunakan alat pengukur tekanan, takutnya nanti tekanan terlalu tinggi trus bisa meledak tempatnya.

      Sistem itu bisa dilakukan. kalo gw, biasanya 2 hari dengan sistem 'automatic pressure release'..

      jadi stlh tekanan mencapai nilai tertentu, ada alat yg membuang sebagian tekanan secara otomatis.
      Hati hati ya kalo menggunakan sistem ini tanpa alat pengukur tekanan..

      Kalo tanpa dibuang, biasanya lebih lama dan membutuhkan suhu rendah, yaitu 0,5 derajat celsius supaya CO2 mau larut kedalam bir..

      Delete
    2. wah ribet juga y gan...
      ujung2nya biaya jadi bengkak krn kudu beli alat lagi hehehe

      Delete
    3. Supaya murah, pakai Es Kering aja Gan.. bisa minta sedikit sama tukang es krim.. (kalo di kasi.. ) hehehe...
      Atau beli 1 blok, kurang lebih sekitar 12-14 ribu..
      Es keringnya dikeprok, lalu masukkan ke dalam botol beberapa keping, kurang lebih 1-2 sendok makan, lalu tutup rapat dan simpan selama 1 hari di kulkas.. :)

      Delete
  91. oh iy bro... tau resepnya Potato Vodka yg simple g? (yg bahannya ga susah dicari)

    baca2 di forum luar katanya klo bikin potato vodka sendiri bahaya bisa keluar metanolnya... bner g tuh bro?

    sori ya bnyak nanya hehehe

    ReplyDelete
  92. Bener Gan.. Vodka dari kentang bisa mengandung metanol. Karena itu disarankan untuk membuang 50ml pertama saat distilasi.
    Dan juga, jangan memilih kentang yang terlalu tua (keras).
    Pada intinya, kentang yang sudah terlalu tua, akan berubah tekstur menyerupai kayu. Dan: Metanol adalah alkohol dari kayu (wooden alcohol)
    Demikian juga dengan umbi2an seperti singkong dan ketela.

    Resep bikin Vodka dari Kentang:
    10kg kentang di rebus selama 1 jam (gak perlu dikupas, yg penting dicuci bersih)
    Kemudian kentangnya dilumat. (air rebusannya dibuang ya..)
    lalu kentang hancur td di campur dengan air 1 galon aqua. Tambahkan +/- 10% gandum atau ketan atau beras.
    Rebus selama 2 jam dengan suhu 65 derajat celsius.
    Dinginkan ke suhu kamar semalaman.
    Saring hasilnya dan fermentasikan selam 2 minggu dengan sekitar 20-30gr yeast.
    Pisahkan yeast lalu distilasi cairannya dengan suhu maksimum 78 derajat celsius.

    Buang 50ml pertama, karena kandungan metanolnya tinggi di awal distilasi.
    Setelah itu tampung sisanya.

    Monggo di coba.. :)

    Supaya lebih yakin, ini ada referensi masalah metanol dan cara membuangnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. manteb nih patut dicoba hahahaha.....

      berarti biar udah dibuang 50 ml pertama sisanya masih tetep ada kandungan metanolnya ya bro?

      Delete
    2. bro buat yg Sugar Wine klo ga dimasukin ke kulkas pasti asem ya hasilnya?
      gw kmrn bikin ga dimasukin ke kulkas soalnya ga muat krn tutup botolnya pake DIY Airlock jadinya panjang bener......

      Hari ini gw lagi eksperimen bikin pake sirop leci... mudah2an berhasil hehehe


      Delete
    3. Ada gan.. tapi sedikit sekali..

      Untuk pastinya begini:
      Sebenarnya, bila kita minum alkohol, otomatis kita juga minum metanol dengan jumlah sekitar 2 /d 3 miligram per liter alkohol.

      Jangankan alkohol, Jus apel yang kita minum pun mengandung metanol sekitar 0.2 s/d 0.3 persen.
      (2-3 ml per liter)

      Namun jangan khawatir, karena secara data survey, dibutuhkan:

      10 ml metanol untuk mengakibatkan kebutaan,
      30 ml dianggap fatal untuk tubuh dan
      100 ml agar menyebabkan kematian.

      Nah..
      dengan asumsi 100 ml setara dengan 80.000 mg
      berarti 1 ml = 800 mg, 2 ml = 1.600 mg, 3 ml = 2.400 mg.

      Dengan minum 300 ml jus apel, maka otomatis kita mengkonsumsi 0,9 ml metanol.

      Jadi, perlu 10 gelas (3 liter) untuk mendekati 10 ml.. :)

      Catatan: dengan asumsi, 10 ml tersebut bukan merupakan akumulasi dan tidak dikeluarkan sama sekali oleh tubuh (1x minum = 10ml metanol murni).
      Sedangkan bila kita minum segitu banyak jus apel, pasti sebagian sudah terbuang melalui urine dan keringat.

      Referensi:
      http://en.wikipedia.org/wiki/Methanol
      http://homedistiller.org/intro/methanol/methanol
      http://archive.food.gov.uk/maff/archive/food/infsheet/1993/no17/17orange.htm



      Tentang SugarWine, kemungkinan besar pasti asem, karena ada infeksi bakteri dari udara.
      menggunakan airlock sebenarnya bisa mencegah bakteri, asal mulai dari selesai merebus, langsung di'airlock' sehingga bakteri nya tidak bisa masuk.

      masalahnya adalah, bagaimana cara memasukkan ragi bila sudah di 'airlock', itu yang perlu dicari solusinya.. :p

      Delete
  93. wih manteb nih... thx bro buat infonya

    kayanya susah tuh bro bakteri ga masuk sama sekali.... kecuali bikinnya diruangan steril...
    masa bikinnya kudu di Lab hahahahaha

    punya trik g bro buat ngilangin rasa yg kurang enak dari fermipan? soalnya ane bikinnya ga sampe didistilasi n rencana mo bikin wine n bir aja

    oh iy bro.. ane kan coba bikin pake sirop leci 2 hari yg lalu, tapi smp skrng ga ada gelembung co2nya....
    proses buatnya sirop 3/4 botol ditambahin aer mineral yg baru dibuka 1/4nya tanpa direbus.... trus ane masukin fermipan 5 gr... awal2nya bereaksi tuh keluar busa tapi pas busa dah abis ga ada glembung sama skali.

    sedangkan kmrn coba bikin lagi pake sirop cocopandan pas busanya dah abis langsung keluar tuh glembung2nya... tapi proses bikinnya ane bedain.
    sirop 1/2 botol ane tambahin aer panas 1/2 botol... pas udah dingin ane tambahin fermipan 5 gr... smp hari ini glembungnya keluar banyak bgt

    kemungkinan yg leci gagal y bro? penyebabnya apa krn aernya ga dimasak atw krn siropnya kebanyakan? trus klo mau diproses lagi bisa g bro apa kudu dibuang?

    ReplyDelete
  94. Hahaha.. buat dua liter bikin Lab.. ide bagus tuh.. wkkk...

    Kalo utk ngilangin rasa kurang enak fermipan belum ada sementara ini. Satu2nya cara adalah mencoba, ragi mana yg paling cocok dari segi rasa..

    Mengenai sirup leci dan cocopandan, coba dilihat komposisinya. Apakah ada kandungan asam atau acid?
    Kemungkinan itu yg membuat raginya mati.
    Tapi ini baru teori lho.. belum tentu benar.

    Sirop lecinya selama belum basi, coba dipisah dari ragi, kemudian dimasak, lalu difermentasi lagi.
    Ini teori bila memang ada kandungan asamnya.

    Cara lain adalah dengan dipisah dari raginya kemudian dicampur air dan dihidangkan untuk tamu.. Sayang tuh 3/4 botol.. :D

    ReplyDelete
  95. bner tuh bro soal ragi harus dicobain dari tiap2 merek kayanya... sapa tau ktemu yg pas rasanya hehehe....

    sirop leci ga ada acidnya cuma ada anti oksidan vit c.... klo yg coco pandan ada acidnya....
    klo mnurut ane acid g ngaruh tuh bro... soalnya ane dpt beberapa resep wine yg pake citric acid.

    bukan cuma sayang doank bro, masalahnya pas ane bikin tuh sirop bini ngoceh2... apalagi klo dia tau sampe gagal n dibuang.... ga kebayang ngoceh2nya kaya apa wkkkkkkk

    ReplyDelete
  96. Mas andre saya udh coba bir dariketan,waktu fermentasi udh seperti apa yg di katakan mas andre di atas resep n teori di atas udh saya terapkan,udh 12 hari dan udh saya coba minum rasa sih sangat mirip dgn bir asli,tapiii saya dh habis 1 botol ngk merasakan pusing/mabok,emang kadar alkohol bir buatan seperti ap yg di katakan resep mas andre di atas berapa ya mas kira2????kalo gini apa nya yg slah dri buatan saya ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf lama jawabannya..
      Kalau dari ketan, seharusnya kadar alkohol bisa tinggi. Bisa mencapai 10 - 15%
      Kalau masalah maboknya sih relatif mas Suro.. :D
      Kemungkinan anda memang tipe 'tahan' terhadap alkohol atau bisa juga kondisi anda pas lagi fit.
      Saya juga pernah seperti itu pas ada 'undangan' dari tetangga, 2 botol Mansion Vodka dan whisky ber 3.. Tetangga saya yg tukang minum udah tepar duluan, saya masih bisa pulang dan buka kunci pagar tanpa susah.. hahaha...
      Pada prinsipnya, kalau sudah 12 hari, seharusnya fermentasi sudah selesai dan alkohol bisa mencapai 10-15%.. :)

      Delete
  97. thx banget nih bang Andre, sudah dicoba dgn infuse apel dan hasilnya memuaskan, tapi saya pingin tanya bang, klo cara buat wine gimana ya? thx b4

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sya coba bantu jawab
      sebenernya resep diatas yang cuma gula dan air yang tidak melalui proses distilasi bisa disebut sebagai wine, klo org luar bilangnya Sugar Wine. Arak beras pun mereka bilang Rice wine, intinya berbagai jenis buah yg di fermentesi dapat dikategorikan sebagai wine.
      kalo mau bikin wine yg simple bisa pakai juice botolan yg dijual di supermarket

      Delete
    2. Betul sekali..
      Klasifikasinya sih masuk ke dalam jenis Wine..
      Meskipun, seharusnya Arak sudah masuk Liquor atau Spirit.
      Yang pasti, kalau bikin dari jus botolan, harus dipilih yang kandungan pengawetnya paling rendah, supaya tidak membunuh raginya..

      Delete
  98. buat anonymous:

    mengikuti dari yang diatas mengenai resep minuman dari kelapa dari mas andreas yang ga disuling lebih kearah sugar wine? ato coconut wine?
    thxxx :)

    buat mas andreas:
    mas saya sudah nyoba dari kelapa hibrida(yg biasa dijual abang") sm kelapa hijau
    sejauh ini sih untuk aroma dan rasa kelapa hibrida lebih oke tapi untuk warna kelapa hijau lebih jernih. tapi mas untuk minuman kelapa ini kan ga jernih" amat kalo saya jernihin pake arang yang udah dibersihkan bisa ya mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Supaya yang lain juga kebagian ilmunya, meskipun sudah sempet diskusi melalui BB, kalau pakai arang lebih disarankan untuk yang jumlah produksinya banyak. Karena kalo sedikit, cairannya keserap sama arangnya, yang keluar cuma dikit. Karena sifat arang sama kaya sepon cuci.. Cairan yang di serap tidak di lepas lagi kecuali ada penambahan, sehingga melebihi kapasitas serap arang tsb, baru akan ada tetesan.
      Saya sarankan pakai Towel Tissue. Saya sendiri pakai merk Multi - Tisu Dapur.
      Caranya, pakai saringan tepung, lalu di beri alas tissue tersebut. saya pakai 4 lapis.
      Untuk jumlah cairan yg lebih sedikit, bisa pakai saringan plastik yang ada gagangnya, kemudian tissue nya dilipat 2 atau 4 supaya tidak banyak yg terserap ke tissue tsb.

      Delete