Friday, March 2, 2012

Proses Pembuatan Bir

Minum Bir? Bukan hal yang aneh. Tapi tahukah anda bagaimana proses pembuatan bir?
Kita Bahas yuuk..


Definisi:

Bir adalah minuman beralkohol (jenis Etanol atau etil alkohol) yang dibuat dari ekstrak gandum. Jenis bir beraneka ragam. mungkin mencapai puluhan bahkan ratusan. Kalau dari segi merk, jangan di tanya deh..


Tahap awal keberadaan bir adalah dari tanaman Barley, atau ada yang menyebut Jelai, atau Gandum. Untuk mudahnya kita sebut gandum saja.



Gandum gandum ini di panen dari ladang ladang gandum yang menyebar diseluruh dunia. Pada tahun 2007, lebih dari 100 negara tercatat sebagai penghasil gandum.


10 negara penghasi gandum terbesar adalah German (*10.4), Perancis (*10.1), Ukraina (*8,5), Rusia(*8,4), Spanyol (*8,2), Kanada (*7,6), Australia (*7,3), Turki (*7,2), Inggris (*5,3) dan Amerika (*3,9) *dalam Juta Metrik Ton - Sumber: Wikipedia

Setelah dipanen, butiran gandum di kirim ke pabrik pabrik yang akan mengolah gandum tersebut  menjadi apa yang akan disebut sebagai Malt. Malt sendiri adalah gandum yang telah diproses sehingga siap diolah menjadi bir. Prosesnya dinamakan malting.

Malting adalah proses menumbuhkan kecambah di dalam butir gandum, sehingga terbentuk enzym yang nantinya akan merubah zat tepung menjadi zat gula.

(ini gambar gandum, tidak seperti yang anda sangka...)
Proses ini dalam bahasa inggris namanya germination. Dalam proses ini, gandum akan melalui proses pelembaban, pertumbuhan kecambah, pengeringan dan pemanggangan. Saat pemanggangan, terdapat beberapa cara yang akan membuat gandum tersebut berubah karakteristiknya, sehingga dalam pemakaiannya juga berbeda beda dan akan menghasilkan jenis bir yang berbeda pula.


 
Beberapa jenis malt tersebut adalah: 
Basic Malt: Pilsner Malt, Pale Ale Malt, Mild Ale Malt, Vienna Malt, Munich Malt
Specialty Malt: Light-colored, Caramel (Crystal) Malts, Dry Roasted Malts, Unmalted Barley
(nama dan jenis malt bisa lebih bervariasi dari pada nama - nama di atas sesuai dengan negara dan asalnya)

Dari sini kita mulai barulah kita menginjak ke pabrik bir. Untuk catatan, beberapa pabrik bir memiliki unit pengolahan barley-nya sendiri. Selebihnya memilih untuk membelinya dari pabrik pengolahan barley.


Di pabrik bir, barulah gandum itu di giling (milling) sesuai dengan spesifikasi yang ketat.
Setiap jenis bir memiliki komposisi campuran jenis gandum yang berbeda beda.

 
 

Setelah digiling, malt akan diekstrak sari gulanya dengan cara direbus. istilah kerennya Mashing. Dalam proses, ini zat tepung berubah menjadi zat gula, dan zat gula diekstrak sehingga air menjadi manis dan disebut dengan wort. Hasilnya kurang lebih sama seperti kalau kita merebus jagung manis.
Di sini, pengawasan ketat terhadap pH (tingkat keasaman) dilakukan. Pengujian terhadap tingkat kematangan zat tepung juga dilakukan. Ada beberapa tahap suhu yang di lalui di sini. setiap tingkatan suhu mewakili sebuah proses kimia yang terjadi terhadap gandum.


Setelah diekstraksi, maka wort yang masih bercampur dengan gandum akan pindahkan ke tangki penyaringan. Proses ini dinamakan lautering. Setelah di transfer dari mash tank, terlebih dulu disirkulasi supaya jernih. Setelah jernih, mulailah wort di transfer ke kettle. Dalam proses ini, dilakukan pengecekan berulang terhadap pH dan kadar gula atau 'gravity level' dalam bahasa inggrisnya atau disebut juga specific gravity. Specific Gravity memiliki beberapa satuan ukur seperti derajat plato atau derajat bricks.


Setelah ditransfer ke kettle, maka hasil ektraksi yang jernih yang disebut dengan clear wort akan direbus (dididihkan) selama 1 jam. Dalam proses ini, bumbu bumbu akan dimasukkan. Salah satu bumbu bir yang menjadi ciri khas bir adalah bunga hops.
Hops adalah sejenis tanaman rambat, bunganya dipakai untuk membumbui bir. memiliki rasa pahit yang akan mengimbangi manisnya zat gula yang ada dalam wort, dan mengandung zat antibiotik.
Gula ditambahkan untuk mendapatkan gravity level yang diinginkan. Setiap jenis bir, memiliki gravity level yang berbeda beda dalam proses pembuatannya.

Heat Exchanger
Setelah selesai, maka wort akan di transfer lagi. Kali ini ke tangki fermentasi. Proses perpindahannya difasilitasi oleh sebuah alat yang dinamakan 'heat exchanger' di mana wort yang masih panas 'ditabrakkan' dengan air dingin yang sudah disediakan sebelumnya, sehingga saat memasuki tangki fermentasi, wort tersebut telah memiliki suhu yang tepat dalam rangka menjadi 'rumah makan' bagi yeast atau ragi.
 
Pada intinya, 'heat exchanger' adalah sebuah "radiator" untuk keperluan pendinginan bir.


Fermentation Tank
Yeast
Dalam tangki fermentasi, wort tersebut akan diberi yeast atau ragi. Yeast merupakan makhluk hidup jenis mikroorganisma bersel tunggal. Jenis yeast yang paling sering dan umum digunakan dalam proses pembuatan bir adalah dari jenis Saccharomyces cerevisiae. Tugas ragi ini adalah mengubah zat gula yang ada di dalam wort menjadi alkohol.


Ujung lancip tangki fermentasi fungsinya adalah untuk mengumpulkan yeast yang mengendap setelah proses fermentasi selesai. Sehingga yeast terpusat pada satu titik dan mudah dikeluarkan melalui pipa yang tersedia. Yeast pada umumnya dapat dipakai berulang kali.

Langkah selanjutnya adalah menambahkan karbonasi kepada wort yang masih mentah ini. Saat masuk ke tangki ini, namanya masih 'bir hijau' atau bright beer. Dalam tahap ini, dilakukan injeksi CO2 atau karbon dioksida untuk menambahkan sensasi rasa pada bright beer.

Dalam kondisi bertekanan dan dingin, cairan bir akan mengikat CO2. Selang beberapa saat, barulah cairan tersebut dinamakan BIR.

Proses terakhir tentus aja packing atau pengemasan. Bisa pakai botol, kaleng atau barrel. Dan ....... bir anda siap di jual. Tertarik?? ;))

image taken from www.beernexus.com

Catatan khusus: MMEA atau Minuman Mengandung Etil Alkohol adalah jenis minuman yang peredarannya diatur oleh pemerintah. Adalah kewajiban anda untuk mengetahui seluk beluk Undang Undang Bea Cukai tentang MMEA. Produksilah secara legal dan konsumsilah secara bijaksana.

kompilasi oleh: Andreas Leonard (tukang sapu di pabrik bir)

5 comments:

  1. Wah , hebat dong ,,,,
    saya juga mau jadi
    tukang sapu di pabrik
    bir seperti pak Andreas .
    karna pak Andreas adalah
    tukang sapu DUIT ! :)

    ReplyDelete
  2. Pak kalau mau kerjasama bisa tidak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih atas atensinya
      Bila berkenan, silahkan kontak via email carando130869@yahoo.co.uk.

      Delete
  3. pak mau bertanya, bunga hops tumbuh di indo nggak ya? atau mungkin ada alternative selain pakai bunga hops. thanks

    ReplyDelete
  4. pak boleh minta whats up nya? tolong ke email ini

    pio.gunawan@yahoo.com

    ReplyDelete