Monday, May 12, 2014

CARA MEMBUAT MINUMAN BERALKOHOL - HALAMAN 3

--- Untuk mengakomodir Foto dan Video, silahkan kunjungi: 

Untuk berdiskusi, silahkan menggunakan halaman terakhir:

285 comments:

  1. Permisi.. numpang naya...

    Di tempat saya ada minuman TUAK yang disadap dari buah pohon SIWALAN.

    TUAK ini kemudian diproses dan selanjutnya didistilasi sehingga menghasilkan ARAK.

    Pertanyaan saya, bisa gak ARAK itu kemudian disimpan di wadah kayu (tong kayu). Kalau bisa, kira2 kayu apa yang bagus untuk bahan tong nya yang mudah didapat di sini? Penyimpanannya berapa lama? Berbahaya gak kalau disimpan seperti itu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam Kenal..
      Bisa.. kayu yang cocok untuk simpan arak ada beberapa: yaitu kayu oak, chestnut atau Kastanya dan redwood atau pohon Sugi Jepang.
      Kalau di Indo sepertinya agak susah dapatnya.
      Bisa diakali dengan disimpan di jerigen atau gentong trus dikasi potongan2 kayu tsb. Yg bisa di beli di Indo setau saya kayu oak aja..
      ada yang jual kepingan dan serutannya.
      Berapa lamanya tergantung selera.. tapi biasanya di atas 2 bulan.
      Kalau berbahanya sih enggak.. :) asal kondisi penyimpanan disesuaikan dengan rekomendasi. Untuk rekomendasi ini sendiri bisa di googling..

      Delete
    2. Beberapa hasil googling.. kebanyakan hasil dari keyword "how to aging whiskey" mohon pencerahannya..

      "White" Whiskey (dalam hal ini arak) disimpan dalam botol kaca lalu dimasukan potongan kayu.

      Ada yang potongan kayunya dibakar dulu ada yang gak. Kalau gak dibakar gak masalah kan?

      Kalau di dalam botol kaca,harus sering dibuka tutupnya. Ini supaya apa ya mas? Kalau gak dibuka, hasilnya gimana?

      Ada rekomendasi yang lain?

      Siap-siap minta kiriman arak.......

      Delete
    3. Setau saya, potongan kayu itu dibakar dulu supaya kandungan gula di kayu berubah menjadi karamel.. karamel inilah yang memberi warna pada whiskey. tidak di bakar juga bisa.. tetapi warnanya tidak keluar.

      Tutup botol kaca sering dibuka itu salah satunya untuk mengurangi tekanan dalam botol.. selain untuk memberi kesempatan Oksigen masuk juga..

      Delete
  2. Kalau gulanya diganti dengan madu bisa juga ya?
    Apakah madunya langsung dikasih ragi, atau harus dicampur air dulu baru dikasih ragi?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa gan.. jenis minumannya namanya MEAD atau Honey Wine.
      Tapi harus dicampur air. kalo enggak, raginya yang klenger.. :D
      +/- 4 liter air dicampur +/- 1 liter madu..
      Pakai air mineral.. jangan direbus.. cukup dikocok kocok aja..

      Delete
  3. gan mau nanya kalo cara ngilangin bau tape sesudah fermentasi gimana ya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bau tape setelah fermentasi itu adalah ciri khas ragi yang kita pakai.
      Cara menghilangkan baunya, yang selama ini saya lakukan adalah dengan 'aging' atau penyimpanan yang lama.. minim 1 bulan.. atau bisa ditimpa dengan aroma yang lain.. seperti aroma jeruk misalnya..

      Delete
    2. eh mas kalo jeruknya d gimanain ?
      apakah waktu fermentasi atau sesudah fermentasi ?
      sama yang di masukinnya buahnya atau kulitnya !!

      Delete
    3. dikupas yg kuningnya aja.. putihnya jangan sampe ngikut..
      Masukinnya ada dua cara..
      untuk yang tidak dilanjut penyulingan, masuk saat rebus gula kemudian angkat.. kulit jeruk jangan ikut difermentasi..ntar raginya kalah..
      atau sesudah fermentasi atau sesudah penyulingan.. tidak perlu ikut di masak..

      Delete
  4. salam kenal mas saya :imron
    mau nanya gan bisa gak kalo hasil fermentasi di tambah sama soda sama sirup gula apakah masih bisa di konsomsi ???

    ReplyDelete
  5. maaf nih mas nanya lagi !
    kalo mau warnanya jernih sama sama baunya enak bahanya pake apa ya mas ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo warna jernih itu hasil penyaringan atau pengendapan..
      penyaringan menggunakan arang aktif atau tissue atau filter khusus..
      kalau pengendapan, bisa didiamkan sekitar sebulan atau dua bulan..
      kalau bau enak itu tergantung jenis ragi..
      jenis ragi roti fermipan rata rata mengeluarkan bau khas tape..
      ragi khusus minuman alkohol tidak keluar bau tape.. malah bisa bau harum, bau pisang bau vanili dll..

      Delete
  6. maaf mas nanya trus :D itu kalo di campur sama soda dan sirup gula apakah kadar alkoholnya menurun atau naik mas ?
    makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah.. kalo kebanyakan nanya kena ongkos Gan..
      ongkosnya traktir minum coca cola di KFC yaa.. :D
      Dicampur soda tidak ada pengaruh ke kadar alkohol..
      kalau dicampur gula, tergantung apakah masih ada ragi atau tidak dalam minumannya..
      kalau minumannya hasil sulingan, gak akan nambah.. :)

      Delete
  7. Agan Pemoela menanyakan:

    Air 20L
    Gula 2kg
    Fermipan 2 bks
    Vanilla pods
    Kayu manis
    Jahe

    Proses:
    1. Air + gula dididihkan, lalu didinginkan.
    2. Masukan yeast, aduk smp rata.
    3. Tutup dan seal galon.
    4. Setelah 10 hari, buang yeast dan pindahkan air ke tempat distilasi.
    5. Panaskan, buang 0.25% cairan pertama. Lanjutkan smp dapat 1.2L hasil distilasi
    6. Siapkan botol (digodog dan dinginkan)
    7. Masukan bahan infuse
    8. Tuang hasil distilasi, tutup rapat dan simpan.

    Kalau ingin 2x distilasi, di nomer brp harus dilakukan dan bagaimana perhitungannya?

    Matur nuwun :)

    ReplyDelete
  8. Mas Andreas klau di infuse dengan powder cappucinno bisa gak??
    Trims.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau powder cappucinno saya belum pernah coba.
      Namun secara pengalaman, bila infusenya menggunakan jenis powder, maka hasilnya keruh.

      Delete
  9. Mas Andreas klau penyulingan pressure release menggunakan pipa alumunium di ganti dengan selang air yg ukuran kecil bisa tidak..??
    Trims..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa Mas.
      Namun ada beberapa kendala:
      1. saat pertama dipakai, pasti bau plastik.
      2. Karena plastik pasti cepet rusak nanti selangnya, sehingga harus sering ganti. Paling sekitar 4-5 kali penyulingan udah retak retak..
      Saya juga pakai selang plastik yang untuk kompresor.

      Delete
  10. Kalau air gula nya diganti air tebu bisa gak gan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cara gampang nya bikin tempat fementasi dari botol aqua 1,5 liter gimana?

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
    3. Maaf lama jawabnya..
      Caranya mudah aja.. botol aqua yang sudah di isi hasil rebusan dan ditambah ragi, tutup rapat dengan plastik dikaretin. beri 1 lubang kecil dengan tusuk gigi supaya tidak timbul tekanan.
      Kalau mau agak canggih dikit, siapkan selang aquarium ukuran kecil kira2 50-60cm, tutup aquanya dilubangi sedikit lebih kecil dari diameter selang, jadi masukinnya agak dipaksa, supaya tidak bocor, ujung yang satunya dimasukkan ke dalam gelas isi air putih. Dalam hitungan jam, bila tidak ada bocor di lubang tutup yang disambung dengan selang, ujung satunya yang ada di dalam gelas akan timbul gelembung.. itu tandanya fermentasi sedang berjalan.

      Delete
  11. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  12. salam kenal mas andreas
    saya ingin nanya klu cara membuat arak beras gimn ya, mohon dibantu ya mas andreas

    ReplyDelete
  13. Salam kenal juga pak Januardi..
    cara bikin arak beras, secara garis besar:
    beras putih atau beras merah di cuci bersih dulu.. (ada yang direndam beberapa jam..) lalu dikukus atau bisa pakai magic jar. Setelah matang, dinginkan.. bisa dibiarkan atau diguyur air dingin supaya lebih cepat..
    Hancurkan ragi tape menjadi bubuk lalu campurkan secara merata di nasi tadi.
    perbandingannya sekitar 1kg beras - 0,5 s/d 1 butir ragi tape.
    simpan dalam toples. Kalau toples kaca, bisa tertutup rapat.. 2hari sekali dibuka dikit tutupnya utk mengurangi tekanan. Kalau pakai piring atau mangkok, bisa ditutup menggunakan plastic wrap.. disimpan di kulkas lebih baik.. namun proses fermentasi akan agak lebih lama dibanding bila disimpan di suhu ruangan.
    Tanda bahwa fermentasi terjadi adalah nasinya mulai berair. biasanya fermentasi akan berakhir sekitar 10 hari - 14 hari.
    Setelah matang, tinggal diperas menggunakan kain bersih. hasilnya biasanya masih keruh. supaya bening, bisa disaring menggunakan saringan tepung yang dari plastik atau stainless yang dilapisi tissue tebal dulu. lalu tuangkan hasil perasan perlahan sampai habis..
    Terus terang saya belum pernah membuat arak beras.. yang saya buat adalah arak ketan.. tapi secara proses bisa dibilang sama..
    Selamat mencoba.. :)

    ReplyDelete
  14. Pertama2 saya ucapkan terima kasih ya mas atas replynya, klu menurut pencerahan dari mas diatas berarti bahan bakunya cuman beras ama ragi aja ya, dan sampai ditahap fermentasi aja atau mesti didestilasi/disuling lg

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Pak.. hanya beras dan ragi.
      Masalah sampai tahap mana, tergantung keperluan kita.
      tanpa distilasi, biasanya maksimum kadar alkohol di kisaran 15-20%
      Kalau diperlukan lebih tinggi, maka distilasi solusinya..

      Delete
    2. panggil bro aja mas
      terima kasih ya mas atas infonya.
      mau nanya lg mas.....hehehehe...maaf ya mas byk tanya.
      klu air+gula+ragi terus ditambah beras bisa gak ya..

      Delete
  15. Selamat malam mas,saya baru coba Praktek buat campuran rebusan gula air..setelah dingin Masuk botol kaca fan ditambahkan fermipan..lalu saya Tutup dan dilubangin pake tusuk Gigi..lalu saya masukkan kulkas,nah setelah Sejam saya Intip buih nya kok Minim banget ya,apakah normal (ragi hidup ).?takutnya kena suhu kulkas ragi ya jd mati.hehehe..lalu brp lama saya diamkan dikulkas?makasih pencerahannya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf lama baru jawab.. buih minim karena raginya kedinginan.. kerjanya jadi lambat.. bukan mati gan..

      Delete
  16. Ikut sedot ilmunya ya, saya baru coba dengan komposisi
    5-6 lrt air, gula 1kg, fermipan 1 bungkus kurang dikit dan fermentasi di dalam galon air. Karna tidak mungkin taruh dalam kulkas apa bisa dilanjutkan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa dilanjut .. hanya saja ada resiko.. yang difermentasi bisa jadi asem.. kalaupun sampai asem, lebih baik dilanjut ke proses distilasi.. supaya tidak rugi..

      Delete
  17. Mas klu uda siap fermentasi mau tau kadar alkoholnya gimana ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hanya ada satu cara.. menggunakan alat ukurnya.. bisa paka alcohol meter yang jenis apung.. do toko alat kesehatan sekitar 50 - 85 rb.. atau pakai vinometer.. yang vinometer ini agak jarang ada stok..

      Delete
    2. Hanya ada satu cara.. menggunakan alat ukurnya.. bisa paka alcohol meter yang jenis apung.. do toko alat kesehatan sekitar 50 - 85 rb.. atau pakai vinometer.. yang vinometer ini agak jarang ada stok..

      Delete
  18. Mas fermentasi saya coba sugar wine dgn komposisi air10ltr+gula11/2kg+ragi11gram dan waktu fermentasi uda masuk 20hari,, saya buka dan cium baunya terasa asam pedas dihidung terus w cicipi terasa asam manis tapi diukur pake pegukur alkohol yg mas saran kok gak ada kadar alkoholnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. maaf lupa info, Alat ukur alkohol jenis apung tersebut agak sulit untuk mendeteksi alkohol kadar rendah di kisaran 5% - 10%..
      Solusi lain adalah dengan menggunakan indera pencicip kita..

      Delete
  19. Tambahan mas, waktu fermentasi sy pake wadah aqua galon ditutup pake tutupnya sebelumnya tutup aquanya sy lobangi supaya dimasuki selang aquarium dan ujung selang sy masuki kegelas yg sy isi dgn air, memang fermentasinya terasa gelembung beberapa hari....jd mas dimana ya kesalahannya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya kurang jelas nih.. maksudnya gimana ya? fermentasi sudah terjadi beberapa hari terus berhenti begitu?

      Delete
  20. Sebelumnya terima kasih untuk mas Andreas dan Hendrie chan yang mau berbagi ilmunya yang saya ambil tanpa permisi.
    Dua hari lalu saya coba fermentasi dengan bahan:
    air 3lt, gula 1/2kg, dan fermipan 1/3sachet. Saat perebusan 1lt air + kulit jeruk + dark coklat 86% dan fermentasi tidak dalam kulkas, rencana bikin tanpa distilasi. Kira2 bakal jadi gak ya? Sebelumnya pernah bikin tanpa dark coklat dan kulit jeruk fermentasi dalam kulkas dan hasilnya bagus tapi efeknya cepat hilang, apa emang gitu ya?
    Terima kasih. Tonny

    ReplyDelete
    Replies
    1. Monggo... page ini memang untuk berbagi ilmu..

      Seharusnya jadi mas.. dengan asumsi kulit jeruk dan coklatnya sudah direbus terlebih dahulu, sehingga kemungkinan untuk 'mematikan' ragi sangat kecil.

      Delete
    2. Sudah saya rebus bareng gula, moga aja berhasil. Ini udah masuk 6 hari dan masih terdengar gelembung2 dari dalam botol fermentasi. Setelah fermentasi selesai kan dipisah dengan raginya, biar awet ditekan dengan co2 atau masukan dry ice ke dalam botol, berapa lama botol boleh dibuka setelah masuk dry ice?
      Setelah proses dry ice selesai, bisa awet tanpa masuk kulkas sampai berapa lama ya?

      Delete
  21. Dari Halaman satu..:
    ArieSeptember 20, 2014 at 3:03 PM

    Mas bos, blog yang sangat penuh informasi, sangat berguna.
    Mau tanya.

    1. Saat menyuling, apakah bisa pakai panci presto yang bahan nya aluminium ?
    2. Indikasi hasil METANOL nya bagaimana ? apakah cukup dengan feeling output 1 gelas pertama ?

    ada grup bbm nya kah? atau bbm channel nya ? asik nih

    ReplyDelete
  22. Mas Arie:
    1. Panci presto aluminium bisa.. tidak masalah.
    2. Indikasi metanol itu tidak bisa didapat bila hanya secara manual.. harus melalui uji LAB. Namun secara umum, bila Mas Arie menggunakan gula biasa untuk fermentasinya, maka Metanol yang timbul biasanya hanya nol koma nol sekian persen saja.. Tidak membahayakan.
    Namun pada saat dilanjut dengan distilasi atau penyulingan, saat mulai proses distilasi, tampung sekitar 1 sendok makan cairan awal dan buang. Hal ini berlaku setiap kali mas Arie mengganti isi panci prestonya.
    Mengapa? Karena metanol menguap lebih cepat dari etanol.. jadi yang keluar terlebih dahulu itu kandungan metanolnya paling besar..
    Meskipun, nantinya setelah tercampur dengan keseluruhan hasil distilasi, sebenarnya juga tidak berbahaya.. Namun lebih baik main aman.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf mas Andreas, kalau pakai presto aluminium apa tidak ikut larut kandungan aluminiumnya?

      Delete
    2. Kalau hanya untuk penyulingan enggak apa.. memang lebih baik kalau bisa yang stainless.
      Kalau untuk penyimpanan, jangan menggunakan bahan alumunium.

      Delete
  23. Mas klu siap fermentasi dicium terasa bau alkohol tp diukur pake pengukur alkohol kok gak kadar alkoholnya...berarti gagal ya?

    ReplyDelete
  24. Maaf ya mas gak nampak posting dr mas terima kasih ya atas infonya

    ReplyDelete
  25. Yang ini mohon pencerahan mas.
    Sudah saya rebus bareng gula, moga aja berhasil. Ini udah masuk 6 hari dan masih terdengar gelembung2 dari dalam botol fermentasi. Setelah fermentasi selesai kan dipisah dengan raginya, biar awet ditekan dengan co2 atau masukan dry ice ke dalam botol, berapa lama botol boleh dibuka setelah masuk dry ice?
    Setelah proses dry ice selesai, bisa awet tanpa masuk kulkas sampai berapa lama ya?
    terima kasih, Tonny.

    ReplyDelete
  26. CO2 atau dry ice akan menyerap ke dalam cairan bila cairannya dingin.. Semakin dingin, semakin cepat menyerap.
    pada intinya secara teori, CO2 akan larut ke dalam cairan di suhu 0.5 derajat celcius dan membutuhkan waktu sekitar 8-12jam.
    Dengan asumsi dimasukkan ke dalam kulkas yang suhunya di kisaran 5 derajat, butuh waktu sekitar 1-2 hari supaya bisa larut.
    setelah itu bisa langsung dinikmati..
    Setelah dikasi CO2 paling lama sekitar 1-2 bulan karena tidak ada proses sterilisasi..
    kalau mau, sebelum kasi CO2 atau dry ice, di pasteurisasi dulu..
    caranya, botol berisi minuman yang sudah ditutup dicelup ke panci air panas 60 derajat selama 10-15 menit. dinginkan di suhu ruangan, lalu buka dan langsung masukkan CO2/dry ice lalu tutup lagi.. umurnya bisa lebih panjang..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mantab...
      Terima kasih suhu.

      Delete
  27. Master nanya nih,
    Bahan: 1 galon air, 3kg gula, 2 bks fermipan (22gr).
    cara: rebus +/- 3ltr air + 3kg gula + kulit jeruk (bagian kuning aja), dinginkan sampai 30 derjat celcius lalu campur dengan 2 bks ragi aduk2 hingga benar2 larut sempurna. fermentasi di galon tutup dengan plastik wrap kasih lubang pakai tusuk gigi dan atasnya kasih tutup galon (hanya sebagai penutup biar gak kemasukan bakteri), sisanya yang 1,5 liter fementasi di botol aqua.

    Fermentasi udah 11 hari endapan ragi terlihat tapi masih terdengar gelembung2. coba cicip'in yang 1,5ltr terasa kadar alkohol masih sangat rendah, feeiling dibawah 10%.
    Kalau didistilasi kadar alkohol apa bisa mencapai 30%?, apa harus menunggu hingga tidak terdengar gelembung2?
    Trima kasih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo fermentasi masih terjadi, sebaiknya ditunggu hingga benar benar selesai supaya kadar alkoholnya maksimal.
      Untuk mencapai kadar alkohol tinggi setelah distilasi, hal yang perlu diperhatikan adalah jangan banyak banyak ngumpulin tetesannya..
      Karena, semakin lama kita tampung tetesannya, semakin rendah kadar alkohol yang didapat..
      kalau hanya 30% saja, secara kejadian yang sudah sudah, sangat mungkin di dapat..

      Delete
    2. Maaf kalau udah pernah di bahas, saya masih bingung. Saat distilasi tetesan yang dikumpulkan maksimal 30% untuk mencapai kadar alkohol tinggi (20 liter jadinya 6 ltr). Atau ambil pakai sendok dicicip kalau udah terasa tidak ada kadar alkohol baiknya proses distilasi dihentikan. Jadi kalau udah mendekati 6 liter dicicip dulu gitu ya?
      Untuk mencapai kadar alkohol 30% atau lebih tetesan yg d kumpulkan maksimal brapa persen dari yang didistilasi?
      Trima kasih...

      Delete
    3. Kalau gak salah mas Andreas bikin 20 ltr diambil 3 liter saja kadar alkohol yang di dapat berapa persen?

      Delete
    4. Dengan hasil akhir 30% (6 liter), kadar alkohol yang didapat berkisar antara 20 s/d 30%.. inipun juga tergantung dengan level alkohol sebelum distilasi. Bila alkohol sebelum distilasi termasuk tinggi, maka hasil akhir distilasi juga bisa lebih tinggi..

      Ada trik baru untuk bisa menghasilkan kadar alkohol tinggi, yaitu dengan memisahkan tempat penampungan kita.
      contoh: dengan asumsi kita distilasi 20 liter dan panci prestonya bisa nampung 4 liter, kan berarti distilasinya 5x..
      untuk setiap 1 panci distilasi, botol atau gelas penampungnya dibagi bagi dan diberi nomer urut..
      jadi nanti akan di dapat 5 gelas dengan nomor 1, 5 gelas dengan nomor 2, dst.
      Hasil akhirnya, semua gelas yang nomernya sama digabung jadi satu.
      Gelas nomor 1 akan menghasilkan kadar alkohol paling tinggi, bisa sampai 60-70%.
      Gelas nomer 5, kemungkinan hanya berkisar10% maksimal..

      Dengan hasil akhir sekitar 3 liter tanpa memisahkan gelas penampungan seperti di atas, kadar alkohol tertinggi yang pernah saya dapat adalah 41% kalau tidak salah ingat. (diukur pakai ukuran tipe apung)

      Delete
    5. Jadi intinya biar kita bisa tau kita nyaman di kadar alkohol berapa untuk dikonsumsi, gitu ya. Noted.
      Nanti kalau udah feremntasi benar2 selesai baru distilasi dan nanti hasilnya saya share disini.
      Thanks, sukses slalu.

      Sekedar cerita, +/- 2 minggu yang lalu beli alkohol meter di toko alkes, karna buru2 jadinya tanpa lihat barang langsung cabut. Dalam hati harganya murah amat 15rb, setelah sampai rumah buka bungkusnya disitu tertera satuan derajat celcius, wkwkwkwkwk.

      Delete
    6. Mau share mas, moga mas Andreas gak males bacanya dan kasih pencerahan.
      Fermentasi udah benar2 selesai (bening & tidak ada gelembung sama sekali) dan lanjutkan distilasi. Hasilnya bau tape agak2 ke arah tuak (aroma khas pakai fermipan) dicicip terasa seperti arak dan mnrt sy rasanya "kasar". Biar terasa lebih smooth d apakan ya?
      Untuk mengatasi aroma, seperti bimbingan suhu kulit jeruk. Kulit jeruk atau bahan2 lain apa perlu di sterilkan dulu?
      mohon bimbingan, trima kasih...

      Delete
    7. Berarti hasilnya sudah 100% bener mas..
      Bau tape /arak itu normal..
      Rasa alkoholnya kasar itu juga normal karena molekulnya masih besar2..
      supaya jadi halus, harus diperam dulu.. atau ada yang pakai filter carbon aktif.. kalau di peram biasanya dengan jalan dikubur minim 1 bulan atau lebih..
      Untuk infusenya enggak usah di steril juga gak apa.. ntar kena alkohol juga steril.. :)

      Delete
  28. Siippp... thanks berat mas Andreas.
    Sukese slalu & GBU

    ReplyDelete
  29. Pertama sy ucapin byk terima kasih ama master kt mas andreas yg bersedia berbagi ilmu dgn kita...skrg fermentasi sy dilanjuti destilasi telah berhasil, kadar alkoholnya 40%, tetapi rasa alkoholnya memang agak kasar. Klu dilihat dr pencerahan mas andreas harus pake karbon aktif baru rasa alkohol halus ya, terus gimana caranya ya mas mohon bimbingan mas andreas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf ya kalau lancang jawab.
      Seperti himbauan master pada jawaban sebelumnya yaitu dengan arang, caranya cuci bersih arang dan arang tersebut digunakan untuk menyaring.
      CMIIW

      Delete
    2. Haduuh.. jangan pake 'master' mas.. jadi maluu... hahahaha...
      Benar masukan mas Widjaya..
      dipakai untuk menyaring..
      namun penyaringan menggunakan arang ini memiliki konsekuensi tersendiri.. yaitu volume alkohol akan berkurang karena terserap ke arangnya..
      jadi kalau bisa, arangnya jangan banyak banyak.. :)

      Delete
  30. Selamat Malam Mas Bro atau Agan...

    Nama saya Reza :)

    Saya udah baca dari bag.1 sampai 3 neh :)

    Rasanya, saya sangat kepingin mencobanya!

    Oia, saya mau nyoba yang kecil2an aja kira 1 Liter air dulu...

    Nah yang jadi pertanyaan, saya harus masukin gulanya berapa dan ragi nya juga berapa?

    Mohon bimbingan dan info berharganya dari Mas Andre atau siapapun yang kiranya sudi berbagi ilmu!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba bantu ya,
      Sesuai rekomendasi master Andreas untuk 20lt air adalah 3kg gula + 2bks fermipan (22gr). Kalau 1lt air = 150gr gula + 1gr fermipan. Kalau cuma bikin 1lt proses tidak mungkin sampai distilasi karna hasilnya tll sedikit, jadi proses fermentasinya harus masuk dalam kulkas biar tidak basi. CMIIW.

      Delete
    2. Mantap mas Widjaya.. :)
      Sedikit koreksi, untuk ragi, dimasukkan 1 sachet juga enggak apa.. fermentasi akan lebih cepat.. cuma biaya jadi sedikit naik.. :)
      Jangan lupa dimasukkan ke kulkas saat fermentasi ya..

      Delete
    3. Kalau dimasukan 1 sachet dengan air 1lt aroma tape apa tidak lebih menyengat?

      Delete
  31. Bro Andre & Bro Wijaya, makasih udah ngasih masukan!

    By Reza :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama sama bro Reza.. sukses yaa...

      Delete
    2. Bro Andreas!

      Maaf tanya lagi :)

      Ini soal destilasi...

      Saya ada baca di forum sebelah soal destilasi ini, cuman tekniknya pakai freeze distillation...


      Nah, yang jadi pertanyaan, mana yang lebih efektif? Pakai api, atau dibekukan?

      By Reza :)

      Delete
    3. Kalo freeze distilation itu adalah membekukan sebagian air hasil fermentasi..
      logikanya begini:
      Secara teori, titik beku alkohol lebih rendah dari titik beku alkohol.
      dengan asumsi ini, ada yang beranggapan bahwa bila cairan dibekukan sebagian, sebagian air akan membeku, sehingga meninggalkan alkohol yang lebih banyak dalam sisa air yang belum beku. sehingga dianggap konsentrasi alkohol dalam sisa air yang tidak membeku itu akan lebih tinggi.
      Hal ini benar dan tidak benar. Tidak benarnya adalah dalam bentuk cairan dengan konsentrasi alkohol rendah, alkohol berada dalam kondisi larut dalam air.
      Sehingga pada saat dibekukan, sebagian alkohol 'terjebak' dalam molekul air. Sehingga, dari 100% alkohol yang ada sebagian akan diikat oleh air beku.
      Dengan proses distilasi menggunakan api, titik didih alkohol yang lebih rendah membuat alkohol menguap terlebih dahulu dibanding air.
      Sebagian kecil Air juga ikut menguap pada suhu itu..
      sehingga 100% alkohol dalam air keluar ditambah sedikit air..
      itulah yang membuat alkohol kita ada pada level 40%..
      Secara praktis, bisa dikatakan freeze distilation memiliki keunggulan tersendiri.. enggak ribet.. tinggal masukkan hasil fermentasi ke botol dan masukkan ke freezer..
      kalau masalah efektif, api lebih unggul.. tapi lebih ribet.. :)

      Delete
    4. WoW... Terimakasih Mas!

      penjelasan yang jelas dan ilmiah...

      saya puas sekarang :)

      Oia mas Bro, kalo bekin arak nasi bisa mas?

      Kan ada sebagian orang yang bekin nasi jadi tape...

      Pernahkah mas praktekin hal itu?

      Kalo pernah minta resep dong! Hehe...

      By Reza :)

      Delete
  32. mas andreas salam kenal dari saya pak bareth dari banjarmasin,disni arak tidak ada yg bikin dan ada yg bikin sejenis arak namanya TAYO itu pun rasanya gk karuan. rencananya sy mau bikin dan saya jual diwarkop saya.tolong mas andreas klo berkenan mengirimkan cara membuat arak.
    1.caranya fermentasi sampai penyulingan
    2.bahan bahanya
    3.alat alatnya
    ke email saya csbareth@yahoo.com agar saya pelajari klo ada videonya jg mas.
    klo mas andreas bs bikin yg warnanya coklat kaya mensen tu jg mas kirimkan caranya. sblm dan sesudahnya sy ucapkan terimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo Mas Bro :)

      Ane pernah denger dan pernah pegang dan minum yang namanua tayo seperti yang mas bro sebutin ketika ane pas kerja di kalimantam

      Ane rasa tuh tayo gak pantes wat ditengak, dan menurut kabar dari orang-orang yang cerita bahwa bahwa bahan-bahan menggunakan rempah2 kayu dan "anak kijang yang mati dalam rahim induknya"

      Kalo kita baca penjelasan dari bro Andreas sudah jelas sekali bahwa gula yang disintesis oleh fermentasi tayo tersebut bukanlah "edible sugar" ~ CMIMW

      Sebenarnya ada arak di sana yang menurut ane sangat layak dikonsumsi, dan rasanya pun macam air tape gitu, tapi maknyus lho... 4 - 5 angkatan aja udah berasa anget plus melayangnya...

      Tapi sayang, jualnya terbatas dan paling dijual sama orang2 tertentu atau melalui pemesanan terlebih dulu :)

      Saya disana hampir 5 tahun, dan kalo mau minum, aman, dan murah yaa tuak lapo alternatifnya :)

      Kalo mau Tomi, Men*ion dll (termasuk tayo seperti yang disebutin) takutnya makai bahan2 yang tidak layak...

      By Reza :)

      Delete
    2. Pak Bareth,
      Kalau untuk videonya, saya belum pernah bikin.. :) Belum sempat..
      Namun kalau utk keterangan cara buat arak, saya jelaskan di sini saja ya pak.. Supaya yang lainnya juga kebagian ilmunya..

      Secara jenis, Arak banyak macamnya.. yang umum adalah arak beras..

      Pembuatan arak beras:
      1 Kg beras, direndam sekitar 6 jam, cuci bersih, kukus sehingga menjadi nasi, nasi disiram air supaya dingin, tiriskan dan diangin angin supaya kering, campur dengan 1 butir ragi tape yang sudah ditumbuk halus, aduk hingga rata, simpan dalam wadah toples atau tupperware bertutup sekitar 1 minggu s/d 10 hari hingga keluar air,
      Setelah jadi, pisahkan airnya lalu berasnya disaring dan diperas menggunakan kain saringan supaya semua air terkumpul. pemerasannya bisa dilakukan di atas saringan tepung yang dari logam, dasarnya diberi tissue sehingga hasil penyaringannya maksimal..

      Arak versi saya:
      aqua 1 galon, gula 2-3 kg, cairkan gula tsb menggunakan panci yang diisi air secukupnya dari galon aqua tadi.
      Setelah larut seluruhnya, dinginkan ke suhu ruangan.
      Sisa air dalam galon harus dikurangi lagi sekitar 1 gayung mandi, supaya pada saat gula cair dimasukkan tidak luber..
      Masukkan larutan gula yang sudah dingin tadi.
      Campurkan 2 - 3 sachet ragi roti fermipan..
      Tutup galonnya dipasang lagi, beri lubang seukuran selang aquarium, pasang selangnya, supaya tidak bocor, sambungan antara tutup galon dan selang bisa ditambal dengan 'malam' atau lilin mainan anak2 yang warna warni, lalu arahkan selangnya ke bawah, ujung paling bawah dicelupkan dalam gelas berisi air. fungsinya adalah sebagai water trap..
      Bila fermentasi sudah mulai, akan timbul gelembung2 kecil dalam galon.
      yang kemudian akan dialirkan melalui selang kedalam gelas air.. sehingga mirip seperti selang oksigen di aquarium.
      Fungsi water trap ini adalah untuk mencegah udara luar masuk ke dalam galon supaya fermentasi tidak tercemar dengan udara luar yang mungkin mengandung bakteri. Bakteri ini bisa mengganggu proses fermentasi.
      proses fermentasi bisa berlangsung hingga 14 hari.. namun bisa juga lebih pendek. ditandai dengan tidak lagi keluar gelembung2 kecil di dalam galon. lanjutkan dengan proses distilasi.
      Katup panci presto yang biasanya ada pemberatnya (di tengah tutup panci), dihubungkan dengan selang tahan panas atau dengan pipa tembaga dengan panjang sekitar 3 meter. Sebagian selang atau pipanya direndam dalam air dingin, dan ujung akhir di tampung dengan gelas.
      Masukkan cairan hasil fermentasi ke panci presto.
      tutup rapat dan panaskan dengan api kecil..
      Saat air mulai menguap, cairan yang keluar dari ujung selang yang ditampung dengan gelas itulah alkohol.. :)

      Delete
    3. Mantab jadi deh sugar wine, hehehe...
      jangan lupa buang +/- 0.25% hasil distilasi yg pertama keluar.

      Delete
  33. Maaf lancang mas n bro semua, secara teori setiap minuman ada ciri khasnya masing2, dan yg diajari mas andeas secara hukum uda termasuk dasarnya membuat miras cuman rasa dan aroma kt yg akali aja , supaya mendapatkan ciri khas minuman indo yg mantap biar kt gak usah beli miras import yg harganya gede banget n byk yg oplosan...makanya klu mas n bro ada yg mendapatkan resep yg mantap tlg dishare ya...salam kenal n semoga sukses semua

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap mas Januardi..
      biar sama sama bisa saling icip.. hahaha..

      Delete
    2. Sip, setubuh.
      lg coba infuse pakai jahe ntar hasilnya ane share.
      yg udah coba infuse pakai kulit jeruk tp serasa kurang bisa menyatu.

      Delete
  34. hari ini sudah sekitar 9+ percobaan ane... :)

    ane pake botol sirup marj*n 600 ml (jadi gak nyampe 1L, dengan asumsi 1 sdm = 15 gr (liat mbah gugel) dan tutup botol ane modif pake selang yang dicelupin botol berisi air yang ane tetesin pake betadin :P

    karena kulkas pada penuh, terpaksa ane taro dalam kamar aja... :P

    1 jam pertama setelah ane masukin botol + tabur ragi kira2 setengah bungkus, ternyata buih yang dihasilkan meluap dan masuk kedalam selang ventelasi dan sampai ke botol filtrasi udara :(

    tapi gelembung2 tetep aktif dan ane masih nunggu hasil experimen ane yang pertama ini... hehehe...

    by Reza

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mantap mas Reza..
      Sori lupa ngasi tau supaya isi tempat penampungan maksimal 3/4 dari total daya tampung.. maap bin ai em sori nih..
      buih masuk selang enggak terlalu masalah.. tetap bisa dilanjut..
      dikasi betadine? wah.. semoga aroma betadine-nya enggak mengganggu hasil fermentasi nih.. :D
      Kabar kabari yaa kalo sudah finish.. :p

      Delete
    2. Oke Mas Bro... :)

      by Reza

      Delete
  35. Mas andreas , memang hasil destilasi disaring pake arang rasnya jd halus tapi volume agak susul tp klu diicip mantap banget....caranya sy sih arang ditumbuk terus diayak supaya diambil hasil yg kasar/sebesar kacang aja dan dicuci sampe bersih/tdk berbau.....moga dicoba ya mas n bro hasilnya memang beda kali......moga sukses semua....

    ReplyDelete
  36. Ngomong2 mas bro ada yg tau gak dimana dijual gentong kayu....mohon ya bagi tau share ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah kyknya serius ya bikinnya, sy juga cari gentong kayu oak belum nemu yg versi lokal. Yang ada d amazon tp terkendala harga + ongkir.

      Delete
  37. Ada yang bertanya di halaman 1..

    kalau proses fermentasinya berapa lama ?
    cara mengetahui proses fermentasi sudah cukup bagaimana ?
    apa yang terjadi jika proses fermentasinya over / terlalu lama ?

    udah itu aja, maaf jadi banyak deh pertanyaanya XD
    thx sebelumnya.

    >>>
    Proses fermentasi umumnya tergantung suhu / temperatur.. semakin dingin suhunya, semakin lama prosesnya.
    di suhu ruangan, dengan takaran 20 liter air dan 2-3 kg gula + 2-3 sachet ragi fermipan, rata rata selam 7 - 14 hari..

    fermentasi berlebih tidak akan terjadi.. karena ragi hanya mencari zat gula..
    sebatas kandungan alkohol masih bisa ditoleransi oleh ragi dan sebatas masih ada zat gula, fermentasi akan terus terjadi.
    Fermentasi berhenti bila:
    Kadar alkohol tinggi.. ragi mati (tdk ada pengaruh ke minuman, kecuali minumannya busuk/asem karena terlalu lama di suhu ruangan)
    Gula habis..
    Suhu terlalu dingin.. (raginya akan 'tidur')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thx u Gan Andreas udh dijawab,
      sepertinya menarik bgt ni
      ane mau ber experimen dulu deh :D xexe

      "Salam 7 keliling" Gan !!! XD

      Delete
    2. ane lagi nih gan,
      mau tanya, kalau tidak ada ragi roti / fermipan dll
      apakah bisa kita membuat minuman tsb ?
      bisa kasih masukan dong alternatif selain menggunakan ragi roti !!!

      jaga-jaga nih kalau ragi rotinya susah didapat, :D hehe

      Delete
    3. Sekedar info aja ragi roti sangat mudah d dapat.

      Delete
  38. Salam kenal Mas Andreas,

    Saya Bob, ada bbbrp pertanyaan, mohon masukannya jika berkenan:
    1. Dari awal blm ada yg nyinggung ttg temperatur ketika penyulingan. Apakah sebaiknya dijaga sekitaran titik didih alkohol (78 oC) atau bisa dibablas sampe titik didih air (100 oC) krn toh akan diembunkan oleh kondensor?
    2. Seandainya kita menggunakan gentong kayu untuk fermentasi dan penyimpanan akhir (namanya aging ya?), apakah damar/ resin yang digunakan sbg dempul pd sela-sela bilah kayu tidak terlarut di dlm fluida kita?

    Demikian mas, thx b4.
    -Bob-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga mas Bob..
      Kalau suhu dibablasin, air yang menguap akan banyak, sehingga kadar alkohol jadi rendah.
      Dengan menjaga suhu 80^C maka penguapan alkohol akan maksimal dan air akan minimal.. sehingga akan didapat kadar alkohol paling tinggi..
      Gentong untuk aging, setahu saya menggunakan dempul/damar khusus.. karena belum pernah praktek sendiri, jadi saya juga enggak tau apakah ikut larut dan mempengaruhi cairan atau tidak.. :)

      Delete
  39. Mat pagi mas Andreas..
    Saya mau tanya,
    1. Di saat fermentasi bisa tidak,selain panci stainless atau panci kaca, tempat nya di ganti dengan galon air..?
    2. Selama fermentasi 1 minggu di tutup rapat, atau boleh di beri celah udara sdikit..?
    TrimaKasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bantu jawab ya...
      rekomendasi fermentasi d galon air di tutup dengan plastik dan diberi 1 lubang kecil pakai tusuk gigi.

      Delete
    2. Trim's mas Widjaya atas bantuan nya.

      Delete
    3. sama2, jangan lupa fermentasi d dalam kulkas kalau tidak sampai distilasi.

      Delete
    4. Yup.. Mas Widjaya.... ajib...

      Delete
  40. ane udah gelek hasil experimen ane...

    hasilnya maksnyus, anget, dan muanteb, dan rada melayang... hehehe

    rasanya manis keg air tape, tapi ane suka :)

    mungkin nanti yang kesekian kalinya ane mau lebih dalem sampe destilasi and infus :P

    thanks buat bro Andreas yang udah ngajarin dan berbagi ilmu...

    By Reza

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mantap mas Reza..
      Sedikit masukan tentang rasa manisnya.. Bila ingin manisnya tidak terlalu menyengat, tinggal dikurangi gulanya. Jangan khawatir kadar alkohol berkurang.. tidak akan terjadi..
      Ditunggu experimen selanjutnya yaa...

      Delete
  41. Bang Andreas, gmn cara nya kalau fermentasi 1 galon air masuk kedalam kulkas Kan gak muat, hehe??
    Trus hasil sulingan/distilasi, di taro kedalam blizer tempat pembuat es batu boleh atau tidak bang. . . ??
    Trima kasih sebelum nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba jawab ya,
      Fermentasi wajib masuk kulkas kalau tidak dilanjutkan sampai distilasi, kalau tidak cukup ya buatnya jangan segalon, atau segalon di bagi jadi beberapa botol kan juga bisa.
      Hasil sulingan, kalau saya simpannya disuhu ruangan yang cenderung lembab dan setelah bebera minggu hasilnya bening banget dan rasanya smooth... IMHO
      Boleh tidaknya tunggu sang master aja ya...

      Delete
    2. Betul bro Widjaya..
      Ada tambahan mengenai hasil sulingan disimpan di blizer.... logikanya bahwa titik beku alkohol jauh lebih rendah dari pada air.. sehingga dengan di simpan di freezer seharusnya enggak masalah dan tidak akan beku..
      Namun di simpan di suhu kamar juga tidak masalah.. aman aman aja..

      Delete
  42. Syalom bang Andreas.....salam kenal dari Medan
    Di kampung kami msh kental budaya minum tuak sehabis pulang kerja dari ladang ataupun dlm pesta adat,Masalah timbul karena sering terjadi rasa dan aroma tdk lagi fresh dan smooth ( msh tkt.SD mnrt abang kmrn yaaa ? heheheheh ).
    Apa solusi mnrt abang....kebetulan di lahan kita saat ini banyak pohon Aren yg siap utk disadap ...siapa tau doi bisa naik levelnya langsung ke S1,hhaaaaaa...thx anyway brader.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga mas Henry..
      Jadi, kalo tuak hitungannya masih SD ya.. hahahaha...
      Begini..
      Di daerah Singaraja dan Karang Asem - Bali juga berlaku budaya yang sama..
      Pernah aku ngobrol dengan salah satu penghasil tuak, kata dia, tuak yang mereka konsumsi itu ternyata langsung dari pohon, tidak melalui proses fermentasi.. Sore hari ini mulai penyadapan, besok siang sudah bisa di panen... dan diminum.. Ini yang malah belum aku ketahui.
      Aku selalu mengira hasil sadapan disimpan dulu atau diproses dulu..
      Apakah di Medan juga sama seperti ini prosesnya?
      Menurut aku, di dalam cairan tersebut sudah ada ragi alami.
      Dengan keadaan ini. untuk naik kelas, salah satunya jalan adalah dengan menghentikan proses fermentasi. Yaitu pendinginan.
      Rasa dan aroma yang tidak fresh itu terjadi karena proses fermentasi masih berlangsung dan juga kemungkinan besar tercampur bakteri sehingga yang terjadi adalah proses pembusukan.. bukan fermentasi..
      Cara lain yang tidak begitu mudah adalah dengan sterilisasi..
      Saat menyadap, dibungkus serapat mungkin dengan plastik bersih, dan hasil sadapan ditutup rapat juga supaya tidak terpapar udara bebas yang mengandung bakteri bakteri tersebut. lalu simpan di tempat dingin dan gelap.
      Paling tidak tindakan ini bisa mengurangi kemungkinan tercampurnya bakteri2 yang tidak kita inginkan tersebut..
      Demikian kira kira yang bisa saya sarankan mas Henry..

      Delete
  43. salam kenal bos..sebelumnya trimakasih banyak,krn dgn membaca blog ini saya bisa bikin spirit,cointreau,yg mau saya tanyakan kenapa biusnya itu sepertinya kurang dahsyat ya?pdahl alkoholnya sepertinya udh nusuk banget...tp kita gk puyeng minumnya?apakah ada yg perlu ditambahkan?buat efek puyengnya?THX berat sebelumnya bossku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal N'coln..
      ada beberapa hal yang mempengaruhi efek mabuk atau hang over dari alkohol. (bahasa anda efek bius ya.. hehehe)

      1. Ketahanan tubuh seseorang.. Kalo yang minum udah pakar, biasanya kadar alkohol yang standar standar saja tidak akan terlalu pengaruh..
      Apalagi kalau yang biasanya minum yang oplosan atau campuran.
      jadi sebenarnya bukan masalah efek biusnya, namun peminumnya udah terlalu pakar nih kayaknya.. :D

      2. Alkoholnya sempurna.
      mungkin anda pernah dengar merk minuman skyy vodka triple destilated.
      Minuman ini susah sekali bikin mabuk atau hang over.. karena alkoholnya di distilasi sampai 3x. Jadi, memungkinkan konsumen untuk minum lebih banyak tanpa harus roboh.. :D

      3. Molekul alkoholnya masih 'kasar'
      rasa menusuk alkohol yang terasa di tenggorokan atau lidah itu menandakan lakohol masih kasar. molekulnya masih besar besar..
      kondisi alkohol yang molekulnya sudah kecil lazimnya disebut smooth..
      bisa didapat dengan cara diperam lama atau disaring menggunakan carbon active.
      Jadi alkohol yang 'pedas' di lidah, belum tentu tinggi juga kadarnya..


      Untuk penambahan, saran dari teman bartender, bisa dicampurkan gula atau sirup. selain rasanya akan lebih enak, 'tendangan' alkohol katanya juga akan lebih kerasa..


      Jangan dicampur yang aneh aneh ya Mas.. sayangi badan anda.. :)

      Demikian penjelasan saya..

      Delete
    2. :) THX pencerahannya boss...
      mau nanya lagi bossku...sisa distilasi kemaren msh ada 1/2 tabung lg,udah 4 bulanan tersimpan rapat di tabung destilatornya,masih bisa gk saya distilasi kembali?
      apakah makin mantap ato malah beracun gk ya?

      Delete
    3. Bisa.. yang pasti kadar alkohol akan naik. Tidak akan beracun.. :)
      Tabung destilatornya dari apa ya?

      Delete
  44. Salam kenal mas Andreas,
    Saya Gerad,

    Dari postingan sebelumnya saya temui bahwa bau fermentasi adalah karena fermentasi belum selesai (umur) belum tercapai.
    Namun jika proses fermentasi diteruskan maka kadar alcohol terus meningkat.
    Kami sdng coba2 buat wine, dengan kadar alcohol yang tidak terlalu tinggi, bagaimana mengontrol kadar tsb namun tetap mendapatkan kwalitas tanpa bau fermentasi yang belum selesai? Tks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga Mas Gerad,
      Satu satunya cara adalah dengan didinginkan.
      Maka fermentasi akan berhenti dan kadar alkohol terkontrol.
      Sedingin mungkin tapi jangan sampai beku. Biasanya 0,5 derajat celsius.
      Endapkan, lalu pisahkan antara minuman dan ragi.

      Untuk masalah bau fermentasi, itu lebih pada masalah raginya.
      Ragi fermipan rata rata baunya seperti tape.
      Bisa dikurangi dengan cara penyimpanan yang agak lama.. tetapi tidak 100% menjamin berhasil..

      Saya sendiri masih diganggu dengan masalah bau tape ini.. hehehe...
      Saya sedang melakukan beberapa eksperimen untuk menghilangkan bau tape pada fermentasi minuman..
      kalau berhasil nanti saya share di sini.. :)

      Salah satu akalan adalah dengan mengontrol kadar gula sebelum fermentasi, sehingga tidak perlu menghentikan proses fermentasi ditengah jalan.

      Delete
  45. Salam kenal bang Andreas,
    Saya buka warung kopi&menjual Minuman juga,, yaitu: Tuak, Ciu& Arak, tuak kelapa bukan aren karna di tmpat saya susah mendapat kan pohon aren, tapi kalau arak baru 2 bulan ini berjalan, yg lain -+ 5thn berjalan...
    "Kata nya sih arak, kata pemasok nya". Karna sy jg blom ngerti benar tentang arak asli, Jadi sy hanya mengukur kadar nya saja mengunakan alat kadar alkohol meter, Ciu 30%, Arak 20%,Tuak 8-10%
    Dan sy jg sedang Membuat alkohol dr tutor posting'n bang Andreas. proses fermentasi sudah berjalan 4hr, klau ini berhasil sy akan produksi lg (buat nambahin biaya skolah anak, hehe..), Karna di tempat saya bermacam2 minuman lg semarak bersaing,dr nama minuman GG(gingseng galau), Zombie menambah khasiat, gingseng merah dll, yg gak jelas bahan alkohol nya dr mana, sy tdk tau. . .

    Trimakasih, Salam Sukses

    ReplyDelete
  46. Bro Andre mo nanya nih, fermentasi sudah sudah 1 minggu,tapi glembung2 sperti soda masih aktif, apakah sudah bisa distilasi.??

    Thx...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk mendapat kadar alkohol yang tinggi lebih baik tunggu sampai tidak ada gelembung2. CMIIW

      Delete
    2. Ok, Widjaya. TIA

      Btw ad yg ngehek gw nih.. ROTFL

      Delete
  47. Pertanyaan dari halaman 1 by Nadya:
    Dear mas Andreas yang baik dan mau menjawab semua pertanyaan hehe,
    Mas, mau tanya kalau mau buat apple cider alias wine apel yang tanpa distilasi dalam skala kecil (kira2 2-4 liter) bagaimana takaran dan cara buatnya ya (kalau pake sistem infused yg apelnya dicacah doank), bisa nggak sih pakai galon air mineral atau pakai wadah dari tanah (gentong misalnya) dan setelah jadi tanpa distilasi itu kira2 kandungan alkoholnya sampe 15% nggak ya?
    Terus kalau sudah jadi bagaimana cara menyimpannya?
    Oh iya, penambahan apple untuk di-infused itu di awal atau setelah fermentasi jadi?
    Thank youuu....
    (Nadya)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apple cider itu aslinya memang enggak di distilasi mbak Nadya.
      Kalau di distilasi itu namanya Apple Liquor..
      Cara buatnya cukup sederhana..
      Cari apel yg matang dan manis. kalau tidak manis, kita harus menambahkan gula.
      Apel bersih tinggal di potong2 lalu di rebus lalu di ambil sarinya.
      atau kalau punya fruit juicer, di jus dulu baru di rebus.
      untuk takarannya tergantung kandungan air dalam buah.
      secara rata rata bila pakai juicer, 1 buah apel bisa menghasilkan sekitar 1/2 gelas (100ml) jadi untuk 1 liter butuh sekitar 10 apel..
      itu iklan di TV lho ya... pakai apel sono.. kalo apel lokal bisa lebih..
      Juicenya didinginkan lalu dikasi ragi.
      Selesai tahap fermentasi, bisa dilanjut distilasi.

      Kalau yang sistem distilasi yang pake infuse, itu hanya untuk mendapatkan aroma saja mbak Nadya.. secara rasa apel, tidak akan begitu dapat.

      Jangan pakai gentong tanah liat.. nanti bau tanahnya nyampur ke minuman. sebisa mungkin pakai botol plastik atau wadah stainless.

      Kandungan alkohol tergantung jumlah zat gula yang tersedia. Kalau apelnya manis, bisa sampai 15%..

      Penyimpanan terbaik utk apel cider adalah dengan pasteurisasi.
      Masukkan dalam botol selai, lalu tutup rapat dan rebus sekitar 10 menit.

      Angkat dan dinginkan selama 1 malam ditempat yang gelap.
      Demikian kira kira penjelasannya..

      Delete
  48. Bung Andreas, boleh tidak kalau mau membuat alkohol dari air kelapa berasal dari hasil pengumpulan 2-3 hari sebelumnya? Kalau boleh, perlakuan apa yang harus dikerjakan? Trim's

    ReplyDelete
  49. Untuk pengumpulan air kelapanya menggunakan apa?
    Kalau menggunakan jerigen atau panci, pasti akan ada rasa asam yg keluar.
    Sebaiknya tidak digunakan yang sudah asam / basi karena nanti raginya kalah dengan bakteri.
    Pengumpulan sebaiknya dilakukan dengan menggunakan tempat2 yang bisa ditutup rapat dan disimpan di Kulkas. Namun itupun tidak menjamin 100% bahwa tidak akan asam / basi.
    Sekedar catatan, saya pernah membuat dari air kelapa.. Air kelapa, gula dan ragi.. tidak disuling..
    Hasilnya sangat sangat sangat Harum.. Rasanya gurih nikmat.. Muantap sekali..

    ReplyDelete
  50. mau nanya mas campuran 7 liter air,1 gelas beras putih,ragi roti 7 sendok dan gula pasir putih 1 kg.hasil permentasi selama 6 hari ko rasanya pait mas.penjebabnya apa mas.?mohon infonya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ragi 7 sendok kabanyakan itu Mas.. coba 1 sendok aja..

      Delete
  51. gan kalo misalnya permentasi lebih dari seminggu boleh gak..?
    lebih bagus atau malah gak bagus ??

    ReplyDelete
    Replies
    1. fermentasi itu ditentukan oleh raginya..
      kalau masih keluar gelembung ya tetap dijalankan aja..
      kadang bisa lebih dari seminggu.
      tapi kalo gelembung sudah tidak keluar, tetap dibiarkan bisa basi minumannya..

      Delete
  52. Bro.. Mau tanya. Klo mau buat absolut vanila, itu komposisinya apa aja ya? Dan gramasir nya bro andreas. Mohon pencerahannya. Tengkyuuu bro

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk ukuran 1 galon aqua, gula 3 kg, ragi fermipan 2 sachet..
      Setelah distilasi, kasi bubuk vanilla asli (kalo bisa) lalu simpan selama kurang lebih sebulan biar merasuk.

      Delete
  53. Misi, nubi mau tanya nih

    Bahan 2L air butuh brp ragi dan gula ?
    Cara2nya sbb kan ?;
    Rebus gula dan 1L air smpe larut, dinginkan, stelah dingin, gabungkan dengan sisa 1L air di dalam botol
    Masukkan ragi, aduk sampai rata.
    Tutup botol dilubangi seukuran selang yang ujung selan mengarah ke gelas berisikan air.
    Tunggu sampai gelembung tidak lagi muncul di gelas
    Langsung siap diminum
    Bukan begitu? Krena agak takut juga..

    Makasih sebelumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Proses sudah benar.
      Sedikit koreksi non-fatal, pencampuran sisa air ke cairan gula panas tidak perlu menunggu dingin.. yang perlu menunggu hingga dingin adalah saat memasukkan ragi..
      Untuk 2 liter air, gulanya cukup 200 gram saja. Kalau raginya cukup 1/2 sachet..
      Saran tambahan: sebisa mungkin fermentasi di kulkas supaya tidak masam.. dengan catatan periode fermentasi akan sedikit lebih lama..

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
  54. Okey, makasih mas andreas, ntar kalo uda jadi saya share rasanya.. Buat iseng2 sih :D
    Oh iya, kira2 klo kyk gitu, kadar alkohol nya berapa % ya mas? Makasih ^.^

    ReplyDelete
  55. salam kenal mas andreas..saya mau nanya,,klo hasil distalasi di inject ama rum kemasan yg biasanya utk kue gmna?saya kpingin aroma rum

    ReplyDelete
  56. trs saya mau tanya klo tempat fermentasi galon aqua di lubangi tusuk gigi ama yg di kasih selang n gelas brisi air..apa beda hasilnya?trimakasih

    ReplyDelete
  57. Kalo yang pake tusuk gigi itu cenderung dipakai untuk yang berakhir di distilasi.
    Kalau hanya fermentasi disarankan pakai yang selang.. biar udara gak masuk ke botol..

    ReplyDelete
  58. malem n salam kenal bung andre....mo nanya klo bahan dasar make kopi bisa ya pernah denger sihh ,mungkin klo bung pernah coba bikin n gimana rasanya tanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa saja..
      cuma saya juga belum pernah buat..
      Tapi kira kira infusenya adalah dengan memasukkan bubuk kopi yang dibungkus dengan kertas saringan kopi supaya tidak keruh..
      untuk rasa dan warna, secara jangka waktu infuse, saya belum bisa bayangkan berapa lama kebutuhannya..
      Silahkan dicoba bro Eddy..

      Delete
  59. Suhu... yg sy keluhkan untuk saat ini masih diaroma, sy survei beberapa orang untuk cicip2 spirit buatan ane, mereka selalu bilang kalau yg ane buat adalah arak cuma rasa lebih smooth. Kalau misalnya ragi kita buat sendiri dengan cara:
    1. sterilisasi toples kaca
    2. masukkan 100 gr kismis atau buah2an, 2 sdm gula dan 100 gr air..diemin 4-6hr d suhu ruang sampe keluar gas n pada ngapung diatas toples serta cairannya keruh…jgn dbuka2 ya…nanti kontam
    3. setelah 6 hari, timbang 100 gr cairannya (gw pake kismis) dan campur rata dgn 100 gr tepung. Tutup rapat n diamkan 24 jm d suhu ruang..oiya bau yg berhasil adlah agak asem beralkohol tp wangi..ga busuk ya..
    4. ambil 100gr biang lalu campur dgn 100gr tepung, 100gr air, 2 gr garam..diamkan 18-24 jam.
    sumber:https://ceritanegeriku.wordpress.com/2013/02/12/membuat-ragi-biang-sendiri-untuk-roti/
    Kira2 bisa gak...?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bro Widjaya, yang disajikan untuk icip icip itu yang fermentasi saja atau yang distilasi?
      Kalo yang fermentasi saja, kelemahan ragi roti ya baunya itu.. kecuali kalo mau pakai ragi khusus beer.. itupun kalau dengan pengaturan suhu yang sesuai.. kalau dengan sistem pake kulkas seperti yang kita lakukan, baunya tetap masih keluar tapi minim..

      Kalau masalah nama arak, di Indonesia memang nama itulah yang diadopsi untuk minuman lokal..

      Untuk ragi bikinan sendiri, saya juga belum pernah bikin dengan cara itu..
      saya kalo bikin sistemnya mengembang biakkan / diternak..
      Cari induk dari aslinya (dari fermentis atau white labs) lalu dikembangbiakkan).
      Cuma, dari 6x percobaan cuma 1x yang berhasil.. masalahnya ada di cara produksinya yang kurang steril.. gagal terus.. :)

      Delete
    2. Malahan yg hanya fermentasi aja banyak yg suka dengan rasanya yg manis dan aroma lemon, sedangkan setelah proses distilisasi dan aging masih banyak yg menganggap itu arak. Infuse pakai kopi biar mirip kahlua masih belum bisa hilangkan aroma khas arak, infuse pakai lemon pun masih terasa keras aroma arak.

      Kalau bisa ternak ragi untuk minuman, bakal jadi pengusaha sukses nih suhu Andreas.

      Beberapa hari lalu nonton tv ada yg tertangkap bikin miras, yang saya heran dengan bahan2 sederhana mereka bisa memalsukan beberapa merk minuman dan dipasarkan didiskotik2 sampai luar jawa. Asumsi saya rasa yang mereka hasilkan pasti mirip2 banget. Btw kalau sejenis civas infuse pakai apa ya biar mirip2...? hehehehe

      Delete
  60. salam mas kira'' dimana yah nyari WLP099 - Super High Gravity Ale Yeast. sy coba nyari di toko onlein tapi ga dapat... terimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa dicoba di:
      http://beer-wine.com/products/longshot-wlp099-super-high-gravity-ale-yeast
      http://www.simplyhops.com/wlp099-super-hight-gravity-ale-yeast-7-bbl-us
      http://www.halftimebeverage.com/wlp099-super-high-gravity-ale-yeast-11464.html

      Delete
  61. Suhu.. mau bertanya. saya lagi proses fermentasi ini saya bikin 10 liter air 2kg gula 10gr fermipan. rencananya saya gaakan di distilisasi soalnya saya bikin diem" buat disimpen di kamar gitu hehe. ga banyak curhat langsung saja ke pertanyaan hehe.

    1. kalo cuma sampe tahap fermentasi ga didistilisasi, tahan berapa lama ya? terus kadar alkohol maksimalnya berapa?

    2. alternatif lain selain disimpen di kulkas gitu biar awet gmn? soalnya mau disimpen di kamar. (disimpen di kulkas 10 liter mencurigakan hehe)

    3. nah kalo ada alternatif lain (selain di kulkas) daya tahannya berapa lama?

    4. kalo di tahap fermentasi bisa di infus langsung ga sih?

    segitu aja suhu.. semoga dijawab ya hehe. sayang ini buatnya kebanyakan. ini saya baru mulai buat (lagi dinginin hasil rebusan), kalau ada kejanggalan saya mau merepotkan suhu gapapa ya hehehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas Dimboy,
      1. Kalo hanya fermentasi biasanya tahan sekitar 1 minggu di kulkas.. bisa kurang bisa lebih, tergantung kondisi kulkas.. Alkohol sih sekitar 10%.
      2. Kalo gak dikulkas, alternatifnya dikasi soda.. tapi itu biasanya lebih pendek daya tahannya dibanding di simpan di kulkas.. biasanya sekitar 3-4 hari saja.. itupun tergantung juga dengan kadar gula yang ada.. semisal kadar gula masih tinggi, resiko untuk basi lebih besar..
      4. di tahap fermentasi, disarankan jangan infuse.. lebih baik bahan bahan yang akan dipakai sebagai aroma direbus bersamaan di awal proses.. kecuali bila bahan infuse-nya tajam, misalnya jahe.. baru dilakukan setelah fermentasi selesai..

      Delete
  62. Mas saya coba hari pertama ko ga berbusa yah? Terus wanginya kaya asem" gmn gt. Terus dibawahnya kaya ada yg ngendap gt. Padahal hari pertama loh. Saya masukin fermipannya ke air gula yg aga anget dikit (standar menuju suhu ruangan). Terus saya masukin fermipannya diaduk. Apa harusnya jgn diaduk ya?

    ReplyDelete
  63. Setelah 2 hari gelembung"nya ada tp sangat dikit bgt.. di bagian atasnya kaya ada yg gerak" gitu kecil" banyak, ga berbusa ga berbuih, tp di bawahnya ada yg kaya ngendap gt. Wanginya kaya tape (dihirup anget di tenggorokan). Ini baru 2 hari. Kira" jadi ga mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas Dudin,
      pengadukan itu tidak wajib kok.. diaduk boleh, gak diaduk juga tidak apa.. kalo diaduk, pastikan sendoknya bersih ya..
      Adanya gerakan gelembung2 itu pertanda fermentasi terjadi.. busa atau buih juga gak wajib terjadi...
      apalagi kalo keluar bau tape, jaminan berhasil tuh.. :)

      Delete
  64. Wihh mantap nih.. kirain gagal hehehe. Paling ciri" udah selesai, si gelembung" kecilnya berenti yah.. makasih banget nih mas infonya :) knp ga buat aja website ato apa gt khusus forum kaya ginian mas haha. Diliat antusias org"nya juga bagus. Si mas nya juga ramah mau berbagi ilmu haha.

    ReplyDelete
  65. Wah saya udah mantep nih kayanya fregmentasinya udah nyenget keidung udh semingguan.. kalo ane mau pake destilasi yg di bekuin bisa kan gan.. soalnya kalo yg uapuap gt ribet + gapunya peralatannya he..he.. btw kalo dibekuin gt hasil destilisasi kadar alkoholnya sama aja kan kaya yg di uap? Terus hasilnya banyak yg dibekuin ato yg di uap? Kalo agan punya ilmunya kasitau dong caranya ke kitekite hehehe.. oia satu lagi.. proses destilisasi ada ga selain dengan cara dibekuin sama di uapuap gt? Bales ya gan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sma nih gmn crnya yg dibekuin? tgg jwban agan andreas hhe

      Delete
    2. Distilasi ada dua jenis. panas dan dingin
      Prinsipnya sama.. memanfaatkan perbedaan titik didih atau titik beku alkohol yang berbeda dengan air..
      Yang pembekuan itu serupa prosesnya saat kita telat mengeluarkan botol aqua atau teh botol yang kita masukkan dalam freezer.. mulai terbentuk serpihan es..
      tinggal disaring aja.. bisa dilakukan beberapa kali sesuai dengan kadar alkohol yang diinginkan.
      Demikian agan agan..

      Delete
  66. permisi mas numpang tanya.
    cara buat alat fermentasi yg baik itu pakai apa?
    plus setelah selesai fermentasi apa hasilnya sudah bisa langsung diminum?

    ReplyDelete
  67. Ada pertanyaan dari Mas Paijo di notif saya tapi tak tampak di sini:

    Paijo has left a new comment on your post "CARA MEMBUAT MINUMAN BERALKOHOL - HALAMAN 3":

    permisi mas numpang tanya.
    cara buat alat fermentasi yg baik itu pakai apa?
    plus setelah selesai fermentasi apa hasilnya sudah bisa langsung diminum?

    Alat fermentasi, kalau di tanya yang baik dari apa, satu satunya adalah yang menggunakan bahan stainless mas.. Karena tidak terjadi reaksi kimia antara cairan dan bahan. Namun bahannya mahal.
    Untuk menggantikan stainless, diakali dengan menggunakan plastik yang food grade. salah satunya adalah galon air mineral..
    Kelemahannya hanya satu: tidak bisa menahan tekanan.
    Dalam prinsip membuat Bir, dengan menggunakan tangki stainless kita bisa memanfaatkan CO2 yang dihasilkan oleh ragi menjadi sumber karbondioksida untuk soda di Bir. caranya adalah dengan menyimpan tekanan yang terjadi saat ragi bernafas.
    Hal ini tidak bisa kita lakukan dengan galon.. resiko pecah..
    Demikian Mas Paijo..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setelah fermentasi, bila dilakukan dengan benar, bisa langsung diminum.
      Dilakukan dengan benar itu maksudnya adalah fermentasi dilakukan pada kondisi steril dan temperatur yang terjaga sehingga tidak terjadi pembusukan.
      Temperatur biasanya ada dikisaran 18C saat mulai dan sekitar 23C pada hari ketiga dan seterusnya

      Delete
    2. makasih infonya mas andreas. seandainya proses fermentasinya dengan wadah jerigen ( aka jerigen bensin ) hasilnya gimana mas. and cara ketahui terjadi pembusukan atau tidak gimana ? mohon maaf bila banyak tanya.maklum masih nuwbie

      Delete
  68. mas saya berhasil distilasi pake di bekuin. lebih gampang dan ga ribet. cuma kalo pake freeze destilation rasa tape nya makin terasa kuat, soalnya air nya saja yg beku sedangkan yang turun ( yang kesaring ) alkohol + gula nya.

    jd bedanya kalo pake cara panas, yang asalnya ada rasa lalu di destilasi alhasil jd ilang rasanya, nah kebalikannya kalo pake yg beku, si rasanya malah makin kuat.. blenger.. tp mantep kalo diminum dingin" gt kaya apple jack kali ya..

    jadi saran kalo pada pake cara dibekuin.. kasih rasa yg enakan dulu pas bikin buat fermentasi nya. kalo bisa yg soft soft gt hehe biar nanti ga blenger bgt.

    oia saya fermentasi nya ampe 2 minggu mas gila haha tp hasilnya parah nendang bgt. ampe jackpot nih.

    satu pertanyaan lagi mas, kalo freeze destilation ini kuat berapa lama ya hasilnya? soalnya kan ada kadar gulanya yg kuat gt. apa sama aja kaya yg di panasin?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sidah mau bagi pengalaman di sini.. ternyata kalau pake freeze distilation malah menguatkan rasa ya.. ilmu yg bermanfaat nih..
      masalah ketahanan sama bro.. tergantung kadar alkoholnya.. kalau kadar 40% bisa tahan sama seperti liquer.. kalau kisaran 5-10% resiko basi pasti lebih besar..

      Delete
  69. mau tanya pak.apakah alkohol hasil fermentasi dari gula tadi bisa bening100% tanpa proses penyulingan?mksh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa mas.. bisa pakai saring atau pengendapan..

      Delete
  70. satu lagi pak, apakah bisa ditambah lagi dengan sari buah sebagai penambah cita rasa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau sari buah biasanya untuk yang fermentasi saja prosesnya masuk di awal.. jadi ikut dimasak dengan airnya.. kalau untuk yang distilasi biasanya sistem infuse..

      Delete
  71. hehe,tambah lagi pertanyaan, apa bisa dikasih pengawet seperti zodium benzoat agar bisa disimpan utk beberapa bulan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Penambahan pengawet tentu sangat bisa.. namun mohon maaf saya tidak tahu takarannya karena belum pernah.. :)

      Delete
  72. sory mas nanya lg ne,apakah tomat dan pepaya bsa difermentasi bersama dengan gula, trus kira2 aroma tomat sama pepayanya bakal muncul ga?mksh

    ReplyDelete
    Replies
    1. BIsa..
      Pada intinya, semua jenis buah bisa difermentasi.
      Aroma pasti muncul.. diberengi dengan bau tape..

      Delete
  73. terima kasih untuk blognya, saya sudah baca step by stepnya, cuma ada beberapa pertanyaan.
    1. setelah proses fermentasi (tujuan saya akan didestilasi) yang dilakukan ada sekitar 3 minggu, ternyata malah tidak keluar kadar alkoholnya (ditest dengan alkohol meter yang dijual di pasaran)m tapi rasanya masih ada rasa manis. saya coba masukan ragi baru lagi, ternyata proses fermentasinya masih jalan lagi (munculnya gelembung - gelembung)
    2. untuk pembuatan arak beras itu sedikit mirip untuk pembuatan lo wong ciu ya pa? karena ada keinginan membuat lo wong ciu, saat ini ijin pabrik miras tidak bisa dikeluarkan, tapi apakah mungkin ijin untuk arak masak seperti lo wong ciu bisa?

    tolong dibantu, dan terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih untuk atensinya Pak Roy..
      1. ada kemungkinan ragi yang masuk pertama 'kurang sehat' atau cairan gulanya terinfeksi bekteri sehingga raginya kalah. Saat masuk ragi kedua muncul gelembung2, pertanyaannya gelembungnya keluar dari dalam cairan atau gelembung di permukaan? kalau dari dalam cairan, berarti proses fermentasi terjadi. namun kalau gelembung dipermukaan saja, dapat dipastikan terjadi pembusukan.
      2. kalau arak untuk masakan tidak melalui proses distilasi pak.. beda dengan arak beras, karena kadar alkohol tinggi maka di distilasi..
      3. tentang ijin perusahaan arak masak saya kurang paham. namun yang saya tahu bahwa semua produsen alkohol, termasuk alkohol obat dan alkohol industri serta alkohol konsumsi wajib memiliki ijin ABC itu..

      Memang saat ini ijin tersebut sudah tidak lagi diterbitkan.
      alternatifnya adalah kerjasama atau beli ijin tua..
      kalau di bali, setahu saya ada tiga ijin yang sedang ditawarkan.
      Di daerah singaraja ada dua ijin yang dijual (1 ijin A (<5%) dan C (maks 40%), dan 1 ijin B >5% <20% di daerah karangasem (candidasa) yang mau kerjasama.

      Bila berminat, silahkan email saya, :)

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
    3. Terima Kasih Pak Andreas,

      boleh untuk informasinya mengenai ijin yang ditawarkan pak.
      saya benar - benar tertarik untuk ijin yang kelas A dan B pak, karena menurut saya kelas tersebut adalah yang paling laku dipasaran. boleh minta sarannya pak?
      boleh saya minta emailnya, atau bisa tolong email ke saya di r.c.budiharto@hotmail.co.id

      Best Regards

      Delete
    4. Terima Kasih Pak Andreas,

      boleh untuk informasinya mengenai ijin yang ditawarkan pak.
      saya benar - benar tertarik untuk ijin yang kelas A dan B pak, karena menurut saya kelas tersebut adalah yang paling laku dipasaran. boleh minta sarannya pak?
      pak Andreas ada minat untuk bekerja sama apabila saya bisa dapat untuk ijin produksinya pak?
      boleh saya minta emailnya, atau bisa tolong email ke saya di r.c.budiharto@hotmail.co.id

      Delete
    5. email saya carando130869@yahoo.co.uk..
      Silahkan kontak pak..

      Delete
    6. atau bisa kontaksaya ke hape 081 805 645 148
      terima kasih..

      Delete
    7. maaf, salah ketik.. 081 805 659 148.

      Delete
  74. halo mas andreas, salam hangover hehehe
    gini mas, saya udah masuk minggu ke 3 fermentasi 5liter air + 500gr gula+fermipan untuk roti kira" 1gram (saya gak berani masukin banyak", karna takut resiko bau tape) dan fermentasi belum berhenti (masih keluar gelembung" gitu dan agak sedikit berbuih di permukaan airnya)

    nah yang mau saya tanyakan, jadi pas minggu pertama saya fermentasi gak ada reaksi apa", seperti raginya mati padahal saya masukin setelah air gulanya mencapai suhu ruangan 28^C, saya penasaran dan saya aduk lah itu minuman masih gak ada reaksi juga, nah pas pertengahan minggu ke 2 mulai banyak gelembung" yang keluar, begitu saya cium wanginya dahsyat enak banget, gak begitu bau tape seperti pengalaman teman" diatas. tapi ada 1 kendala mas, waktu minggu pertama itu gak sengaja ada semut sama lalat buah masuk kedalam galon tempat penyimpanan tersebut, apakah ada efek buruk buat minumannya sendiri? secara mereka hewan pembawa bakteri?
    dan 1 lagi, saya beli selang plastik di swalayan, nah bau plastiknya gak mau hilang, padahal sudah saya rebus 35menit, saya pakai distilasi air biasa 20menit, namun bau plastiknya masih ada, mungkin ada solusi lain?
    terimakasih sebelumnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai.. salam kenal juga Mas Lukius..
      Pengalaman dan sharing yang menarik Mas.. Terima kasih sudah sharing di sini.. bermanfaat banget untuk kita semua..
      Saya tidak bisa menjelaskan ttg mengapa di awal ragi tidak bereaksi terus baru pertengahan minggu kedua 'hidup'.. :D
      Untung anda sabar menunggu.. hingga tidak rugi bahan..
      semut dan lalat buah bisa saja membawa bakteri.. tapi semoga saja tidak pengaruh ke minumannya. yang pasti kalau nanti di distilasi pasti aman dah..
      Tentang selangnya, jenis apa yang dibeli? jangan jangan selang air untuk siram kebun ya mas?
      Untuk menghilangkan bau plastik itu memang agak susah.. cara lain paling mudah adalah dengan membiarkan terendam air. namun butuh waktu lama..
      Mungkin pas beli, coba cari yang baunya tidak terlalu kuat.. kalau bisa jangan ambil yang masih utuh roll-nya.. cari yang sudah banyak debu malah.. :D dengan asumsi selang tersebut sudah lama berdomisili di toko tersebut..

      Delete
    2. terimakasih untuk waktunya mas Andreas..
      semoga saja kesabaran ini membuahkan hasil yang memuaskan.. amin.
      kalo untuk selangnya, kemarin saya cari di salah satu swalayan. untuk ukuran 1/4 hanya tersedia yang berulir (yang di dalamnya ada tali/benang), untuk lebih jelasnya saya sendiri kurang tau selangnya untuk apa.. yang jelas waktu kemarin beli saya sudah tidak sabar pengen cepat" distilas. kesalahan saya tidak di teliti dulu selangnya, jadi pekerjaan rumah buat saya nih, cari selang yang agak berdebu dan tidak berbau..
      terimakasih mas buat sarannya, saya akan coba terapkan..

      Delete
    3. salam bung Andrea..... menambahkan saran utk mas lukius kalo bisa sebaiknya jg pakai selang plastik ,sy sudah cb berkali2 disamping krg efisien hasil jg ga memuaskan skali [hasil keruh] sy sarankan pakai pipa kapiler ac dr tembaga ,dpt dicari di tukang ac ato kulkas hrgnya cm 14rb per meter, beli 2,5m ckp ,sayang disini ga bs menambahkan gambar ,untuk lebih jlasny tanya mbah gogle tentang[ destilasi alkohol ] sy jg belajar dr situ mas Lukius jg dr pencerahan bung Andreas tentunya .....

      Delete
    4. Terima kasih untuk masukannya pak Eddy.. memang betul sekali bahwa bahan logam akan menghasilkan lebih baik..
      iya nih pak Eddy.. kelemahan blog ini adalah user tidak bisa upload gambar untuk berbagi ilmu.. saya sedang persiapan untuk membuat facebook page.. supaya interaksi dapat lebih efektif.. namun masih timbang2 nih.. karena blog lebih mudah untuk melihat sejarah pembicaraan.. kalo pake facebook jadinya agak lebih susah..
      Yang pasti, begitu facebook page tersebut selesai pasti akan saya info di sini.
      sekali lagi terima kasih atas sharingnya..

      Delete
    5. @Mas Eddy terimakasih mas untuk sarannya, saya timbang" lagi.. kalo plastik jatuhnya lebih murah aja, makanya jadi pilihan utama..
      @Mas Andre mau saran saja, gimana kalo bikin forum aja
      contohnya kaskus atau indowebster, kalo menurut aku lebih nyaman pake forum untuk ajang diskusi..

      Delete
    6. Hmm... akan saya pertimbangkan sarannya mas Lukius.. :)

      Delete
  75. apa kbr ne? semoga seht2 dan sukses selalu,mau tanya lagi ne mas,apa penggunaan permipan yang melebihi standard akan menghasilkan rasa fermentasi yang agak pahit?mksh mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pagi Mas Agus,
      Amin.. saya sehat.. agak capek abis beli pipa alumunium buat jemuran di rumah.. hehehe...
      Penggunaan ragi yang berlebih rata rata membawa dampak.
      Bisa pengaruh pada aroma dan rasa.. pahit adalah salah satunya.
      Yang lainnya adalah rasa sepet (kesed) seperti pada buah mentah atau juga asam dan sulfit-nya tinggi. Kalau sulfit tinggi, akan pengaruh ke aroma yang akan menyengat seperti sulfur / belerang atau ada yang bilang seperti telur busuk.

      Delete
  76. Permisi bang Andreas, mau nanya nih hehe
    Gimana caranya membuat minuman (sampai tahap brewing saja) menjadi berbusa seperti bir? Terimakasih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal..
      itu adalah reaksi antara gula, karbohidrat dan CO2.
      Pada intinya, Gula dan karbohidrat menciptakan kekentalan dalam cairan. Saat CO2 yang bertekanan melepaskan diri, CO2 membentuk gelembung2 kecil yang tidak langsung pecah karena adanya kekentalan (viscosity) cairan tadi.
      Demikian penjelasannya.. Semoga bermanfaat.

      Delete
    2. owh gitu y bang..
      bang.. misalkan gini :
      1ltr air
      1bungkus kopi hitam kap*l api
      1/5kg gula
      1 bungkus fermipan

      air direbus dengan 1 bungkus kopi bersama gula 1/5kg..
      kalau udh direbus baru di dinginkan trus ampas kopinya dibuang..
      air hasil rebusan tdi di kasih 1 bungkus fermipan aduk kemudian masukkan kedlm botol trus tunggu 14hr..

      kira kira bisa gak bang resep kya diatas.. hehe
      mohon dikoreksi :)

      Delete
    3. Gulanya terlalu banyak mas..
      untuk air 1 liter, gulanya paling 100gr atau 200gr saja..
      Fermipan mungkin bisa dikurangi menjadi 1/2 bungkus..

      Delete
  77. Owh ok bang..
    berarti tidak apa apa y kalau pke kopi? hehe

    ReplyDelete
  78. Kopi sebenarnya termasuk bahan pangan yang cukup tajam terhadap ragi.
    Kalau di pabrik kita bikin pakai ekstrak kopi.
    Bisa dicoba Mas.. untuk awal jangan banyak banyak bubuk kopinya..
    untuk 1 liter coba dulu dengan 2-3 sendok makan..
    Selamat mencoba.

    ReplyDelete
  79. owh gitu mantab mantab dh bang..

    misalkan tepung tapioka itu bisa gak di bikin bang? secara kan mengandung karbohidrat dan ad gulanya hehe..
    tepung nya di rebus sama gula.. terus didinginkan baru dikasih ragi..
    bisa gak bang? hehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa saja.. namun bakal banyak kesulitan dalam prosesnya..
      Suhu harus dijaga di 60-70 derajat.. lalu penyaringan juga..
      Mendingan pake singkong atau jagung.. :)

      Delete
  80. Bang Andreas, salam kenal. Mau tanya nih bang. Kenapa arak kelapa hanya bertahan kisaran 1 bulan di kulkas?? Kenapa arak kelapa tidak bisa bertahan spt arak yg lain yg bisa bertahan tahunan?? Kalau arak susu apakah juga tidak bertahan lama?? Thx bang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pagi Mas Dane Dan..
      Salam kenal juga.
      Harus diketahui dulu arak kelapanya itu dapat beli atau hasil fermentasi/sulingan sendiri.
      Kalau hasil beli, setau saya arak tersebut adalah arak yang hanya melalui proses fermentasi natural dan biasanya dilakukan pada kondisi yang kurang higienis.
      Kalau hasil fermentasi sendiri, berarti sifatnya akan sama dengan bir.. yang mana tidak akan bertahan lama bila di simpan lama karena kandungan alkohol yang rendah.
      kalau hasil distilasi sendiri, coba dicek kadar alkoholnya seberapa tinggi.. kemudian kadar gulanya tinggi atau rendah..
      kalau alkoholnya tidak terlalu tinggi namun gulanya yang tinggi, maka pembusukan sangat mungkin terjadi. kalau alkoholnya di kisaran 40%, dan gulanya tidak terlalu tinggi, tanpa perlu penyimpanan di kulkaspun bisa awet.
      penyimpanan di kulkas sifatnya mengawetkan makanan minuman natural hanya untuk beberapa saat saja.. tidak bisa jangka panjang..

      Arak susu? masalah yang satu ini kok baru dengar ya.. :) apa bisa diterangkan arak susu ini yang seperti apa?

      Delete
    2. Saya lagi mencoba membuat arak pisang, arak jahe, melon dan susu. Kalo susu saya menggunakan susu kemasan ul**a. Baru coba 1 botol gula nya 1/4 bagian. Baru berjalan 1 hari. Dan sudah keluar gelembungnya. Kaga tau bisa jadi arak atau tidak. Tapi untuk raginya saya menggunakan ragi khusus utk wine merek red star yanh warna hijau.

      Utk kelapa kalo pake air kelapa yg beli atau air buah lontar itu bisa dipastikan tidak bisa bertahan lama ya? Kalo saya hanya sampai proses fermentasi saja tanpa di destilasi.
      Thx bang anndre.
      Daniel.

      Delete